Virus Corona, Lebanon Umumkan Lockdown 3 Pekan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Orang-orang mengenakan masker wajah berjalan keluar rumah sakit Hariri, Lebanon dimana pasien kasus petama Corona Virus dikarantina di sini pada 21 Februari 2020. [REUTERS]

    Orang-orang mengenakan masker wajah berjalan keluar rumah sakit Hariri, Lebanon dimana pasien kasus petama Corona Virus dikarantina di sini pada 21 Februari 2020. [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebanon mengumumkan lockdown total selama tiga pekan, termasuk pemberlakuan jam malam. Kebijakan tersebut diberlakukan demi menghentikan penyebaran virus corona yang terus bertambah di negara itu.

    Kenaikan angka positif Covid-19 di Lebanon telah mengancam rumah sakit – rumah sakit di sana, yang mulai kewalahan menangani pasien. Lebanon saat yang sama juga sedang menghadapi krisis keuangan.

    Warga memindahkan ranjang di rumah sakit yang telah porak-poranda akibat ledakan, di Beirut, Lebanon, 5 Agustus 2020. Ledakan itu terjadi saat pemerintah Lebanon tengah memberlakukan kembali lockdown akibat kasus virus Corona yang meningkat di negara tersebut. REUTERS/Mohamed Azakir

    Menteri Kesehatan Lebanon Hamad Hasan mengatakan lockdown akan berlaku mulai Kamis, 7 Januari 2021 sampai 1 Februari 2021. Dia akan mengumumkan lebih lanjut pada Selasa, 5 Januari 2021 waktu setempat, sektor mana saja yang mendapat pengecualian untuk tetap boleh beroperasi selama lockdown.

    Saat yang sama, jam malam pun akan diberlakukan terhitung mulai jam 6 sore sampai jam 5 pagi.

    “Sudah menjadi jelas bahwa tantangan pandemi ini sudah mencapai batasnya, yang secara serius mengancam nyawa masyarakat Lebanon. Rumah sakit – rumah sakit tidak mampu menyediakan lagi tempat tidur kosong,” kata Hasan.

        

    Terhitung sampai Minggu, 3 Januari 2021, ada 2.870 kasus baru positif Covid-19 di Lebanon. Dengan begitu, total ada 189.278 kasus virus corona di negara itu. Terhitung sejak Februari 2020, ada 1.486 pasien Covid-19 yang meninggal di Lebanon.

    Pemberlakuan lockdown ini terjadi di tengah-tengah kekhawatiran akan naiknya angka pengangguran, inflasi dan kemiskinan di Lebanon. Negara itu sekarang menghadapi krisis keuangan yang parah, yang membuat nilai mata uang Lebanon anjlok, bank-bank lumpuh, mereka yang punya tabungan pun tak dapat menarik uang mereka karena uang dibekukan. Suplai obat-obatan pun semakin menyusut.

    Ruang-ruang ICU pada musim panas 2020 lalu sudah mencapai batas kapasitas menyusul penyebaran virus corona setelah musibah ledakan di dermaga yang menghancurkan sebagian besar Ibu Kota Beirut, menewaskan 200 orang dan meremukkan beberapa rumah sakit.

      

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-lebanon/lebanon-orders-three-week-lockdown-to-fight-virus-spread-idUSKBN29923T


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Sarat Sejarah Final UCL Liverpool Vs Real Madrid, Ancelotti Incar Gelar Kemilau

    Laga Liverpool dan Real Madrid terjadi saat kedua tim dalam performa terbaiknya. Duel dua raksasa di Final UCL akan berlangsung pada Minggu dini hari.