Trump-Pence Lanjutkan Kampanye Pemilu Presiden Meski Staf Terpapar Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mendengarkan ketika Wakil Presiden Mike Pence berbicara kepada pengarahan harian satuan tugas virus Corona sambil memegang bagan yang bertuliskan

    Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mendengarkan ketika Wakil Presiden Mike Pence berbicara kepada pengarahan harian satuan tugas virus Corona sambil memegang bagan yang bertuliskan "15 Cara untuk Memperlambat Penyebaran" di Gedung Putih di Washington, AS, 20 Maret , 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Wakil Presiden, Mike Pence, melanjutkan kegiatan kampanye pemilu Presiden 2020 pada Ahad, 25 Oktober 2020 meskipun anggota tim terpapar Covid-19.

    “Kepala staf Pence, Marc Short, terpapar Covid-19 pada Sabtu,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 25 Oktober 2020.

    Selain Short, empat orang lainnya dari staf kampanye Pence juga terpapar Covid-19 yaitu Zach Bauer, yang merupakan pembantu dekat, dan Marty Obst, penasehat, seperti dilansir CNN.

    Ada kekhawatiran lebih banyak orang di lingkaran dalam Pence terbukti secara medis telah terpapar Covid-19 dalam beberapa hari mendatang. “Mereka merasa takut,” kata sumber tadi seperti dilansir CNN.

    Pence dan istrinya Karen Pence telah menjalani tes medis dan dinyatakan negatif Covid-19 pada Ahad kemarin. Pence sempat berinteraksi dengan sejumlah orang yang terpapar Covid-19 di tim kampanye. Dia juga enggan menjalani karantina dengan tidak mematuhi panduan dari Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit atau CDC AS.

    Saat ini, AS telah mencatat rekor jumlah kasus baru Covid-19 tertinggi dalam dua hari berturut-turut yaitu 84 ribu dan 79,900 kasus pada Jumat dan Sabtu.

    Pandemi Covid-19 di AS telah menewaskan 225 ribu orang di AS dan membuat jutaan warga kehilangan pekerjaan di tengah berlangsungnya kampanye Presiden AS. Jumlah total kasus Covid-19 di AS mencapai sekitar 8,6 juta kasus.

    Meskipun jumlah kasus Covid-19 terus bertambah, inkumben Presiden AS, Donald Trump, mengatakan kepada massa di bandara New Hampshire saat berkampanye pada pemilu Amerika bahwa,”Tidak ada bangsa di dunia yang mengalami kesembuhan seperti kita.”

    Trump melanjutkan,”Kondisi kita mulai berbalik. Kita punya vaksin. Bahkan tanpa vaksin, kita mulai membaik.”

    Trump, yang tidak memakai masker wajah dan kurang mengikuti aturan jarak sosial, menambahkan,”Ini semua akan berakhir. Anda tahu siapa yang melakukannya? Saya. Anda percaya tidak?”

    Sumber

    https://www.reuters.com/article/us-usa-election/amid-record-u-s-cases-and-new-white-house-outbreak-trump-claims-pandemic-progress-idUSKBN27A04U?il=0

    https://edition.cnn.com/2020/10/24/politics/mac-short-coronavirus-positive-test/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.