5 Poin Utama dalam Teror Majalah Charlie Hebdo

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seseorang memegang tulisan

    Seseorang memegang tulisan "Je Suis Charlie" (Saya Charlie) selama upacara peringatan di Place de la Republique untuk memberi penghormatan kepada para korban penembakan tahun lalu di kantor surat kabar satir Prancis Charlie Hebdo, di Paris, Prancis, 10 Januari, 2016. [REUTERS / Yoan Valat]

    TEMPO.CO, Jakarta - Majalah mingguan asal Prancis Charlie Hebdo kembali menjadi sorotan setelah pekan lalu mencetak ulang parodi kartun Nabi Muhammad SAW untuk memperingati dimulainya persidangan 14 pelaku teror pada media itu. Tindakan Charlie Hebdo itu menuai protes dan kecaman.

    Di Pakistan sudah dua kali unjuk rasa memprotes tindakan Charlie Hebdo mencetak ulang kartun Nabi Muhammad SAW. Pada unjuk rasa Senin, 7 September 2020, ada puluhan ribu orang turun ke jalan memenuhi kota Peshwar. Sedangkan di Iran, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyebut ada kemunculan kembali dosa yang tak termaafkan menyindir tindakan majalah Charlie Hebdo.

    Puluhan ribu orang di Pakistan pada Senin, 7 September 2020, berunjuk rasa setelah majalah Charlie Hebdo mencetak ulang kartun Nabi Muhammad SAW guna memperingati dimulainya persidangan atas kasus penyerangan pada majalah itu yang terjadi pada 2015 lalu. Sumber: Ruptly/rt.com

    Berikut 5 poin tentang teror pada Januari 2015 lalu yang mengejutkan dunia dan menewaskan 17 orang. 

    ADVERTISEMENT

    1.Majalah Charlie Hebdo terbit pertama kali pada 1970, yang di antaranya untuk menyidir issue agama, politik dan topik lainnya. Majalah ini pernah berhenti terbit pada 1980-an karena kekurangan dana, namun terbit lagi pada 1992.

    Pada 2006, majalah Charlie Hebdo mencetak ulang kartun tentang Nabi Muhammad yang kontroversi dari surat kabar di Denmark Jyllands-Posten. Presiden Prancis, Jacques Chirac yang berkuasa ketika itu mengkritisi keputusan Charlie Hebdo dan menyebutnya sebagai tindakan provokasi.

    Kritikan itu tak membuat jera Charlie Hebdo dengan mengunggah lagi karikatur Nabi Muhammad. Pada 2011, kantor Charlie Hebdo dilempar bom molotof karena publikasi karikatur itu.

    Tumpukan koran satir mingguan Charlie Hebdo dengan cover headline "Satu tahu, pembunuh masih berkeliaran" yang berada di percetakan di Paris, Prancis, 4 Januari 2016. Koran satir Charlie Hebdo pada edisi ini memperingati serangan militan ISIS yang melakukan penyerang tahun lalu yang menewaskan 130 orang. REUTERS/Benoit Tessier

    2. Teror pada kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, Prancis, terjadi pada 7 Januari 2015 sekitar pukul 11.30 siang. Serangan teror itu menewaskan 12 orang, yang terdiri dari 8 karyawan Charlie Hebdo, satu tamu yang sedang berkunjung ke kantor itu, satu teknisi yang dan satu aparat kepolisian.

    3.Pada keesokan harinya kalimat "Je Suis Charlie" ("I am Charlie") menjadi trending di media sosial. Ribuan warga Paris turun ke jalan sebagai bentuk duka atas jatuhnya korban jiwa.

    4.Kepolisian Prancis mengumumkan ada dua pelaku utama serangan teror ini, yakni Cherif dan Said Kouachi, di mana keduanya adalah kakak-beradik. Polisi memburu mereka di wilayah utara Kota Paris dekat Villers-Cotterêts.

    5.Pada 11 Januari 2015, terjadi aksi turun ke jalan anti-terorisme di penjuru Prancis, yang diikuti oleh 3,7 juta orang. Sebanyak 40 pemimpin negara, termasuk Presiden Prancis ketika itu Francois Hollande dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengikuti aksi jalan ini.

        

    Sumber: https://edition.cnn.com/2015/01/21/europe/2015-paris-terror-attacks-fast-facts/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...