Amerika Tahan Kargo Berisi Bensin Iran yang Menuju Venezuela

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Preisden Iran Hassan Rouhani, memasukan surat suaranya saat pemilu parlemen di Tehran, Iran, 21 Febrauri 2020. Official Presidential website/Handout via REUTERS

    Preisden Iran Hassan Rouhani, memasukan surat suaranya saat pemilu parlemen di Tehran, Iran, 21 Febrauri 2020. Official Presidential website/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat menahan empat kargo yang akan mengantarkan bahan bakar dari Iran untuk Venezuela. Penyergapan tersebut dilakukan untuk memperkuat tekanan terhadap kedua negara yang sesungguhnya sudah dijatuhi sanksi oleh Amerika. 

    Dikutip dari laporan Al-Jazeera, Jumat, 14 Agustus 2020, penyergapan tersebut tidak melibatkan kekuatan militer. Pun kapalnya tidak disita secara fisik. Apa yang dilakukan Amerika adalah mengancam pemilik kapal, perusahaan asuransi, dan kapten kapal dengan sanksi untuk memaksa mereka menyerahkan kargo mereka. Kargo tersebut kini, menjadi properti milik Amerika.

    Jaksa menuding keempat kapal tengah mengantarkan 1,1 miliar barel bensin ke Venezuela. Namun kapal tanker tersebut tidak pernah sampai ke Amerika Selatan, dan menghilang. Dua kapal kemudian diketahui kembali terlacak di dekat Tanjung Verde.

    Duta besar Iran untuk Venezuela Hojat Soltani mengatakan penyergapan tanker milik Iran merupakan kebohongan, dan perang psikologis yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

    "Kapal tersebut tidak berasal dari Iran. Pemilik maupun bendera kapal tersebut tidak memiliki kaitan apapun dengan Iran," ujar Hojat Soltani.

    Walau keempat kargo sudah menjadi milik Amerika, keberadaanya belum sepenuhnya diketahui. Keempat kapal yang membawanya, dengan nama sandi Bella, Bering, Pandi, dan Luna, belum terlacak secara pasti karena dimatikannya radar mereka. Hal itu dinyatakan Caracas Capital Markets yang memantau pergerakan kapal dagang di Amerika Selatan. 

    Keempat kapal sudah mematikan pelacak lokasi sejak berbulan-bulan lamanya. Dikutip dari laporan Al-Jazeera, pelacak sudah mati sejak bulan Mei. 

    Adanya kerjasama antara Iran dan Venezuela sendiri bukan hal aneh. Keduanya dikenai sanksi dagang oleh Amerika. Iran dikenai sanksi karena pengayaan nuklir, sementara Venezuela karena pemerintahan yang dirasa ilegal.

    Ketika Venezuela dihajar krisis energi hingga sekarang, hanya Iran yang bisa membantu. Sebab, kapal negara-negara lain bisa dikenai sanksi AS apabila membantu Venezuela. Adapiun krisis energi di Venezuela dipicu 'keringnya' cadangan minyak dan gas mereka. Sejauh ini, diketahui baru lima kapal asal Iran yang berhasil berlabuh di  Venezuela.

    FIKRI ARIGI | ALJAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.