Afrika Selatan Jadi Episentrum Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre untuk membeli bahan makanan menjelang lockdown nasional untuk membatasi penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19), di Cape Town, Afrika Selatan, 24 Maret 2020. [Reuters / Sumaya Hisham]

    Warga mengantre untuk membeli bahan makanan menjelang lockdown nasional untuk membatasi penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19), di Cape Town, Afrika Selatan, 24 Maret 2020. [Reuters / Sumaya Hisham]

    TEMPO.COYohanesburg – Pemerintah Afrika Selatan mengonfirmasi jumlah kasus Covid-19 di negaranya telah melewati setengah juta kasus.

    Kementerian Kesehatan mengatakan jumlah total kasus Covid-19 di benua Afrika mendekati satu juta kasus.

    “Afrika Selatan mencatat ada 10.107 kasus baru Covid-19 pada Ahad,” begitu dilansir Reuters berdasarkan keterangan resmi kementerian Kesehatan Ahad, 2 Agustus 2020.

    Saat ini, kementerian mencatat ada 503.290 orang menderita penyakit gangguan pernapasan gara-gara Covid-19. Jumlah korban meninggal sebanyak 8.153 kasus.

    Jumlah kasus Covid-19 di benua Afrika mencapai 934.558 kasus. Sebanyak 19.752 korban meninggal dan 585.567 orang berhasil sembuh.

    Afrika Selatan telah menerapkan lockdown pada akhir Maret 2020 untuk menekan penyebaran Covid-19.

    Namun, pemerintah melakukan relaksasi untuk memulihkan kegiatan ekonomi yang tertunda selama lockdown. Belakangan, jumlah kasus baru Corona terus bertambah pasca relaksasi.

    Lockdown berhasil menunda penyebaran Covid-19 selama dua bulan, mencegah penyebaran tak terkontrol sejak akhir Maret,” kata Cyril Ramaphosa, Presiden Afrika Selatan.

    Pandemi Covid-19 atau virus Corona menyebar dari Kota Wuhan, Cina bagian tengah sejak Desember 2019 seperti dilansir CNN. Wabah ini telah menyebar ke berbagai dunia dengan jumlah kasus mencapai sekitar 17.85 juta kasus dan lebih 683 ribu kasus kematian. Ada 10.32 juta kasus yang berhasil sembuh setelah menjadi perawatan di rumah sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.