Virus Corona, Bar dan Klub Malam di Ho Chi Minh City Ditutup

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah daerah Ho Chi Minh City telah memerintahkan agar bar-bar dan klub malam di wilayah itu ditutup sementara. Terhitung mulai Kamis malam, 30 Juli 2020, acara kumpul-kumpul yang diikuti oleh lebih dari 30 orang juga tidak diperbolehkan.

    Aturan itu diterbitkan untuk mencegah penyebaran virus corona lebih luas setelah pada akhir pekan lalu wabah virus mematikan ini muncul lagi di Vietnam. Aturan semacam itu juga telah diterapkan di Ibu Kota Hanoi pada Rabu, 29 Juli 2020.  

    Para siswa mengenakan masker saat hari pertama sekolah setelah pelonggaran kebijakan lockdown di Ho Chi Minh, Vietnam, 11 Mei 2020. Meski kembali bersekolah, namun beberapa negara mewajibkan siswanya tetap melakukan pencegahan penyebaran virus Corona dengan mengenakan masker saat ke sekolah. REUTERS/Yen Duong

    Di Ho Chi Minh City tercatat sudah ada dua kasus virus corona yang terkait dengan wabah Covid-19 di Danang. Situs voanews.com mewartakan, sekitar 18 ribu turis yang pernah berkunjung Danang, baru-baru ini pulang ke Ho Chi Minh City.  

    Otoritas mengatakan dua pasien virus corona itu sudah melaporkan diri ke otoritas kesehatan terpisah sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan.    

    Vietnam pada Jumat melaporkan 45 infeksi baru virus corona di kota Danang yang menandai lonjakan kasus harian terbesar Covid-19 di Vietnam. Kasus baru ini diketahui setelah kementerian kesehatan mengirim lebih banyak pakar kesehatan ke kota pusat dalam upaya untuk memerangi wabah tersebut.

    Kasus baru yang dideteksi menjadikan total infeksi di Vietnam menjadi 93 sejak penyakit itu muncul kembali pada Sabtu lalu, di mana Danang mencatat ada 79 kasus. Sejak kasus pertama terdeteksi di Vietnam pada Februari 2020, total kasus virus corona di negara itu ada 509 kasus, di mana 369 orang sudah pulih.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.