Hagia Sophia, Turki Klaim Tak Melanggar Kesepakatan UNESCO

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Museum Hagia Sophia atau Ayasofya. atozistanbul.com

    Museum Hagia Sophia atau Ayasofya. atozistanbul.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri Turki Yavuz Selim Kiran meyakinkan Turki memenuhi tanggung jawab yang tertuang dalam kesepakatan World Heritage Agreement 1972 dengan UNESCO terkait perubahan fungsi Hagia Sofia. Untuk lebih meyakinkan, Kiran mengunggah kesepakatan itu dalam Bahasa Inggris dan Turki ke Twitter.

    “Tidak ada hambatan untuk mengubah fungsi sebuah fungsi situs warisan dunia dalam World Heritage Agreement,” kata Kiran, seperti dikutip dari aa.com.tr, Sabtu, 11 Juli 2020.

    Museum Hagia Sophia di Istanbul, Turki. TEMPO | Astari P. Sarosa

    Menurut Kiran, World Heritage Agreement memberikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang jelas pada semua negara yang punya situs warisan dunia, tanpa mencederai properti itu dan hak-hak kedaulatan negara tersebut.  

    “Kesepakatan itu tidak melarang hak kedaulatan sebuah negara atas budaya situs tersebut yang punya batasan. Fungsi Hagia Sophia berubah bukan berarti melanggar kesepakatan,” kata Kiran.

    Sebelumnya pada Jumat pagi, 10 Juli 2020, pengadilan Turki menganulir dekrit kabinet 1934, yang mengubah Hagia Sophia di Kota Istanbul, Turki, diubah dari masjid menjadi museum. Setelah 85 tahun menjadi museum, Gedung berusia 1.500 tahun itu sekarang balik lagi fungsinya menjadi masjid.

    Hagia Sophia awalnya sebuah gereja dan selama berabad-abad gedung itu digunakan umat Kristen di bawah kekaisaran Byzantine untuk beribadah. Namun Hagia Sophia berubah menjadi masjid saat Istanbul ditaklukkan pada 1453. Pada 1935, kabinet Turki memutuskan mengubah Hagia Sopia menjadi museum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.