Presiden Kazakhtan Ancam Reshuffle Kabinet Jika Lockdown Gagal

Presiden Kazakhtan Kassym-Jomart Tokayev berbicara selama pertemuan dengan Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin di Nur-Sultan, Kazakhstan 1 Februari 2020. [Sputnik / Alexander Astafyev / Pool via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengatakan pada Jumat akan melakukan reshuffle kabinet jika lockdown selama dua minggu gagal menghentikan penyebaran virus corona di Kazakhstan.

"Ini akan menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan pemerintah untuk bekerja dalam komposisi saat ini jika tidak ada perbaikan pada akhir lockdown," kata kantor kepresidenan mengutip pernyataan Tokayev, dilaporkan Reuters, 10 Juli 2020.

Presiden Kassym-Jomart Tokayev berharap situasi negara saat ini akan membaik dalam dua minggu ke depan setelah lockdown kedua diberlakukan, kantor berita Kazinform melaporkan.

Kazakhstan, yang memberlakukan lockdown baru pada 5 Juli, telah mengkonfirmasi hampir 55.000 infeksi Covid-19, termasuk 264 kematian. Jumlah kasus baru naik pada hari Kamis dan mencatat rekor harian 1.962 kasus sebelum turun menjadi 1.726 kasus pada hari Jumat.

Tokayev juga memerintahkan kabinet untuk meningkatkan kembali perekonomian, yang menyusut 1,8% Year-on-Year di Januari-Juni karena sektor jasa terdampak lockdown pertama pada Maret-Mei, dan sektor minyak dan gas utama anjlok akibat penurunan harga minyak mentah dunia.

Tokayev mengatakan pemerintah akan mengalokasikan 150 miliar tenge tambahan untuk memerangi wabah virus corona dan mendesak bank sentral Kazakhstan untuk menurunkan target inflasi menjadi 8,0-8,5% dari 9,0-11,0% tahun ini.






Kazakhstan Masuk Kalender MotoGP Musim 2023

1 hari lalu

Kazakhstan Masuk Kalender MotoGP Musim 2023

Kejuaraan Dunia MotoGP akan digelar di Kazakhstan pada 2023 mendatang. Ini merupakan pertama kali balapan dimulai di Sirkuit Internasional Sokol.


Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

2 hari lalu

Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

Kazakhstan tidak akan mengakui kemungkinan pencaplokan wilayah timur Ukraina oleh Rusia melalui referendum, meski mereka merupakan mitra Moskow


Penjualan Mobil di Cina Agustus 2022 Tembus 1,87 Juta Unit

19 hari lalu

Penjualan Mobil di Cina Agustus 2022 Tembus 1,87 Juta Unit

Penjualan mobil ramah lingkungan di Cina, termasuk mobil listrik, Agustus lalu mencapai 529 ribu unit.


Jokowi Minta Ekonom Berpikir Bak Kancil yang Melompat-lompat

21 hari lalu

Jokowi Minta Ekonom Berpikir Bak Kancil yang Melompat-lompat

"Karena keadaan tidak normal, dibutuhkan pemikiran yang Abunawas, yang kancil-kancil gitu, agak melompat-lompat," kata Jokowi kepada para ekonom.


Gubernur BI Usul Gerakan Meronda Inflasi untuk Lindungi Rakyat, Apa Maksudnya?

24 hari lalu

Gubernur BI Usul Gerakan Meronda Inflasi untuk Lindungi Rakyat, Apa Maksudnya?

Gubernur Bank Indonesia atau BI, Perry Warjiyo menilai pentingnya gerakan secara nasional untuk pengendalian inflasi pangan.


Harga Minyak Dunia Anjlok Jadi USD 86,61 per Barel, Dipicu Sentimen Apa Saja?

26 hari lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok Jadi USD 86,61 per Barel, Dipicu Sentimen Apa Saja?

Harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, turun US$ 2,94 atau 3,3 persen menjadi US$ 86,61 per barel.


Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

26 hari lalu

Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

Sejumlah area di Shenzhen memutuskan memperpanjang pembatasan aktivitas warga demi meredam wabah Covid-19.


Kota Chengdu di Cina Lockdown

26 hari lalu

Kota Chengdu di Cina Lockdown

Warga Chengdu harus menjalani lockodown. Kasus Covid-19 di sana ada 157 kasus.


Jelang Rapat Partai Komunis, China Kembali Lockdown Jutaan Warga demi Nol Kasus COVID-19

29 hari lalu

Jelang Rapat Partai Komunis, China Kembali Lockdown Jutaan Warga demi Nol Kasus COVID-19

Hal ini dilakukan pihak berwenang untuk menggandakan upaya menahan kasus COVID-19 menjelang pertemuan kunci Partai Komunis China


PM Jepang Copot Menteri Terkait Gereja Unifikasi, Ini Sebabnya

49 hari lalu

PM Jepang Copot Menteri Terkait Gereja Unifikasi, Ini Sebabnya

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida merombak kabinetnya dengan mencopot beberapa menteri yang memiliki hubungan dengan Gereja