Eropa Pesan Obat Covid-19 ke Roche dan Merck

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasien terinfeksi virus corona George Gilbert, 85 dan istrinya Domneva Gilbert, 84, saling berpegangan tangan saat kunjungan singkat karena dirawat di tempat terpisah, keduanya dalam uji TACTIC-R, di rumah sakit Addenbrooke di Cambridge, Inggris, Kamis (21/5/2020). (REUTERS/POOL)

    Pasien terinfeksi virus corona George Gilbert, 85 dan istrinya Domneva Gilbert, 84, saling berpegangan tangan saat kunjungan singkat karena dirawat di tempat terpisah, keduanya dalam uji TACTIC-R, di rumah sakit Addenbrooke di Cambridge, Inggris, Kamis (21/5/2020). (REUTERS/POOL)

    TEMPO.CO, Brussels -- Komisi Eropa telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan farmasi Roche dan Merck KgaA terkait Covid-19.

    Kesepakatan ini terkait pasokan obat untuk perawatan eksperimental bagi pasien yang terkena pandemi COVID-19.

    Menurut sumber Komisi kepada Reuters, Rabu, 8 Juli 2020, kesepakatan itu mencakup obat radang sendi buatan Roche yaitu RoActemra dan obat multiple sclerosis buatan Merck yaitu Rebif.

    Keduanya dianggap sebagai obat potensial untuk terapi COVID-19.

    “Komisi Eropa akan mengamankan pasokan untuk 27 negara anggota Uni Eropa yang ingin membelinya,” kata sumber itu seperti dilansir Reuters pada Rabu, 8 Juli 2020.

    Pada Rabu, Merck mengatakan telah diminta pejabat Komisi Eropa untuk siap memasok Rebif ke negara-negara UE "berdasarkan permintaan jika dan ketika indikasi untuk pengobatan COVID-19 diputuskan."

    Roche juga mengkonfirmasi telah bernegosiasi dengan UE. "Dalam diskusi yang sedang berlangsung dengan Komisi Eropa, Roche telah berkomitmen memenuhi kebutuhan pasokan untuk pasien yang terkena pneumonia terkait COVID-19 di UE dan di seluruh dunia, secara adil dan berkelanjutan," kata perusahaan Swiss dalam sebuah pernyataan.

    CNN melansir kasus Covid-19 pertama atau virus Corona terdeteksi di Kota Wuhan, Cina bagian tengah, pada Desember 2019.

     Saat ini, jumlah kasus Covid-19 secara global telah mencapai sekitar 12 juta kasus dengan sekitar 549 orang meninggal. Amerika Serikat menempati urutan pertama dengan lebih dari 3.1 juta kasus dan 132 ribu orang meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.