155 Kasus Covid-19, Spanyol Berlakukan Lockdown di Catalonia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang pesawat mengenakan pakaian pelindung dan masker gas saat tiba di Bandara Josep Tarradellas Barcelona- El Prat di Barcelona, Spanyol, 15 Mei 2020. Spanyol berusaha menghindari kasus impor Covid-19 dari orang-orang yang memasuki negaranya. REUTERS/Nacho Doce

    Seorang penumpang pesawat mengenakan pakaian pelindung dan masker gas saat tiba di Bandara Josep Tarradellas Barcelona- El Prat di Barcelona, Spanyol, 15 Mei 2020. Spanyol berusaha menghindari kasus impor Covid-19 dari orang-orang yang memasuki negaranya. REUTERS/Nacho Doce

    TEMPO.CO, Madrid – Otoritas Spanyol menerapkan lockdown baru Covid-19 atau pelarangan kegiatan di ruang publik untuk daerah Catalonia, yang berpenduduk sekitar 200 ribu orang.

    Lockdown ini berlaku sejak Sabtu, 4 Juli 2020 setelah terjadinya sejumlah kasus baru Covid-19 atau virus Corona.

    Penduduk di area Segria, Catalonia, dan Kota Lleida tidak boleh meninggalkan daerah masing-masih mulai Sabtu siang.

    “Namun, mereka tidak akan diminta tinggal di rumah seperti mekanisme lockdown pertama kali di Spanyol, yang diterapkan pada 14 Maret,” begitu dilansir Reuters pada Sabtu, 4 Juli 2020.

    “Kami memutuskan untuk menutup daerah Segria karena data kasus baru Covid-19 cukup memprihatinkan,” kata Presiden Regional Catalan, Quim Torra, dalam jumpa pers.

    Data dari kementerian Kesehatan menunjukkan ada 3.706 kasus baru Covid-19 di daerah Lleida pada Jumat, 3 Juli 2020.

    Jumlah ini bertambah cukup banyak dari sehari sebelumnya yaitu 3.551 kasus Covid-19.

    Otoritas mengizinkan warga Segria untuk bekerja. Namun, para pekerja diminta menunjukkan sertifikat dari perusahaan masing-masing.

    Spanyol mencatat ada 205.545 kasus baru Covid-19. Dan sebanyak 28.385 ribu orang meninggal dunia. Ini membuat Spanyol salah satu negara yang mengalami pandemi Covid-19 terparah di Eropa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.