Presiden Rouhani Sebut Iran Alami Tekanan Hebat Akibat Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam foto yang dirilis oleh situs web resmi kantor Kepresidenan Iran, Presiden Hassan Rouhani memimpin rapat kabinet di Teheran, Iran, Rabu, 8 Mei 2019.[CNN]

    Dalam foto yang dirilis oleh situs web resmi kantor Kepresidenan Iran, Presiden Hassan Rouhani memimpin rapat kabinet di Teheran, Iran, Rabu, 8 Mei 2019.[CNN]

    TEMPO.COTeheran – Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan negaranya mengalami masa yang paling sulit karena mengalami sanksi ekonomi dari Amerika Serikat dan pandemi Covid-19.

    Pandemi ini telah membuat masalah ekonomi menjadi melebar, yang terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menarik diri dari Perjanjian Nuklir Iran pada 2018 dan mengenakan saksi ekonomi.

    “Ini merupakan tahun paling sulit karena tekanan ekonomi dan pandemi,” kata Rouhani lewat siaran televisi lokal dan dikutip Reuters pada Ahad, 28 Juni 2020.

    Rouhani melanjutkan,”Tekanan ekonomi yang terjadi sejak 2018 meningkat. Dan hari ini menjadi tekanan paling kuat terhadap negara tercinta.”

    Iran mengalami pandemi Covid-19 terparah di kawasan Timur Tengah.

    Kasus baru Covid-19 meningkat sejak relaksasi aturan lockdown atau pembatasan kegiatan publik sejak pertengahan April 2020.

    Jumlah korban tewas akibat Covid-19 atau Corona mencapai seratus orang per hari kemarin dalam dua bulan terakhir.

    Otoritas Iran juga mencatat 2.489 kasus baru dalam 24 jam menjadi totalnya 222.669 ribu.

    Jumlah total korban tewas akibat Covid-19 mencapai 10.508 orang.

    Seperti dilansir Channel News Asia, pandemi Corona ini merebak di Kota Wuhan pada Desember 2019. Namun, seperti dilansir CNN, tim peneliti dari Harvard University menduga wabah ini mulai menyebar sejak pertengahan 2019 di Kota Wuhan, Cina.

    Saat ini, jumlah kasus Covid-19 telah melewati 10 kasus di seluruh dunia. Jumlah korban meninggal sebanyak sekitar 500 ribu orang dengan jumlah korban sembuh sebanyak 5.05 juta orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.