Kelaparan, Tentara Korea Utara Curi Makanan dari Rumah Warga

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada 18 Maret, media pemerintah Korea Utara mengungkapkan berita tentang proyek rumah sakit baru di pusat Pyongyang.[Rodong Sinmun/NK News]

    Pada 18 Maret, media pemerintah Korea Utara mengungkapkan berita tentang proyek rumah sakit baru di pusat Pyongyang.[Rodong Sinmun/NK News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Korea Utara berpangkat rendah dilaporkan mencuri makanan dari rumah warga di sekitar konstruksi Rumah Sakit Umum Pyongyang di Distrik Munhung untuk bertahan hidup.

    "Tentara dari Construction Bureau 8 dan Korps Hero Guard yang mengerjakan konstruksi telah membobol rumah-rumah dan mencuri penanak nasi, elektronik, dan makanan," kata seorang sumber di Pyongyang pada 15 April, menurut laporan Daily NK pada 20 April, media yang berfokus pada isu Korea Utara dan berkantor di Seoul.

    Menurut sumber Daily NK, tentara biasanya masuk ke apartemen setelah jam 1 pagi dan dilaporkan membobol dinding menggunakan kait yang mereka sangkutkan ke pagar apartemen.

    Presiden Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan batu pertama untuk Rumah Sakit Umum Pyongyang yang baru pada kesempatan ulang tahun pendirian Partai Pekerja Korea ke-75, di Pyongyang, Korea Utara, 17 Maret 2020. KCNA/ via REUTERS

    Sumber mengatakan para prajurit lebih suka rumah yang kosong atau hanya memiliki satu penghuni. Sumber Daily NK melaporkan satu kasus di mana pembobol memasuki sebuah rumah dan bertengkar dengan enam penghuni apartemen.

    Warga setempat bahkan mengklaim tentara menggunakan "gas" yang digunakan dalam latihan militer untuk melumpuhkan penghuni apartemen.

    "Para prajurit akan menyemprotkan gas khusus di rumah. Orang-orang tidak terusir, tetapi tidak dapat bergerak dan terpaksa menyaksikan para prajurit mencuri barang-barang mereka, " kata seorang sumber.

    Tentara mencuri karena mereka tidak menerima makanan yang cukup dari atasan mereka, kata sumber tersebut.

    "Pihak berwenang menganggap pembangunan Rumah Sakit Umum Pyongyang sebagai prioritas utama mereka saat ini," kata sumber lain. "Tapi sepertinya makanan yang dikirim ke konstruksi untuk para pekerja tidak benar-benar cukup untuk mereka."

    Sumber NK Daily menduga sebagian besar makanan diambil oleh pejabat militer tingkat tinggi. Para pejabat ini sering memerintahkan bawahan mereka untuk "memperoleh" makanan dan persediaan lainnya dari luar.

    Ini bukan pertama kalinya pencurian makanan dilakukan oleh tentara Korea Utara. Pada Agustus 2017, Daily NK juga pernah melaporkan kejadian di mana tentara mencuri jagung dari ladang petani setempat.

    Para perwira militer menginstruksikan prajurit mereka yang kelelahan setelah pelatihan untuk makan jagung di ladang, kata seorang sumber di Provinsi Hamgyong Utara.

    Pada Juli 2019, dua tentara Korea Utara yang kelaparan juga kepergok warga setempat mencuri makanan dari sebuah rumah di kota Dandong yang berbatasan dengan Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.