Virus Corona Picu Pengangguran, Amerika Masuki Resesi Terburuk

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan di jalan 34th Street dan 11 ave, kota New York, Amerika Serikat, 21 Maret 2020.[New York Post/Daniel William McKnight]

    Pemandangan di jalan 34th Street dan 11 ave, kota New York, Amerika Serikat, 21 Maret 2020.[New York Post/Daniel William McKnight]

    TEMPO.CO, Jakarta - Angka pengangguran di Amerika melonjak akibat virus Corona (COVID-19). Kamis kemarin, waktu Amerika, sebanyak 6,6 juta pekerja mengajukan bantuan karena mereka tak lagi bekerja. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya, 3,3 juta pekerja. Total, kurang lebih 10 juta orang telah kehilangan pekerjaannya.

    Sejumlah analis memperkirakan angka pengangguran di Amerika bisa mencapai 15 persen pada bulan ini. Jika itu terjadi, maka rekor sebelumnya, 10.8 persen di tahun 1982, terpecahkan. Imbasnya, Amerika akan menderita masa resesi terburuk dalam sejarah mereka.

    "Sepertinya resesi yang dihadapi akan lebih buruk dan lebih panjang dibandingkan prediksi kami dua pekan lalu. Dan, (resesi) ini tidak hanya di Amerika, tetapi juga global," ujar analis dari Bank of America Global Research, Michelle Meyer, sebagaimana dikutip dari Yahoo Finance, Jumat, 3 April 2020.

    Perhitungan Michelle, resesi akan dialami paling tidak selama tiga kuartal. PDB (Produk Domestik Bruto) Amerika menurun 7 persen di kuartal pertama, 30 persen di kuartal kedua, 1 persen di kuartal ketiga, dan mengalami peningkatan di kuartal keempat. Secara kumulatif, kata Michelle, penurunan yang dicapai sebesar 10.4 persen. Angka tersebut nyaris lima kali lebih besar dibandingkan masa resesi paska Perang Dunia II.

    Secara terpisah, Bank of America memprediksi angka pengangguran akan mencapai 20 juta pada kuartal ketiga. Hal ini akan diikuti dengan membaiknya angka PDB di periode keempat, sekitar 30 persen. Namun, mereka mengatakan perbaikan yang terjadi akan bersifat lamban. Hal itu mengingat betapa dahsyatnya dampak virus Corona terhadap perekonomian Amerika.

    "Efeknya sangat akut dan mendadak. Akan ada pemulihan, tetapi secara bertahap. Menurut kami, fokus pertama adalah selesaikan dulu krisis kesehatan publik dan cegah penyebaran virus Corona. Fokus berikutnya, mulai kembali kegiatan ekonomi di Amerika agar orang-orang kembali bekerja," sebagaimana dikutip dari keterangan pers Bank of America.

    Sebagaimana diketahui, Amerika telah menjadi episentrum virus Corona (COVID-19) yang baru. Jumlah kasus dan korban meninggal di sana terus menanjak. Per hari ini, tercatat ada 243.453 kasus dan 5.911 korban meninggal akibat virus Corona di Amerika. Angka tersebut setara seperlima dari total seluruh kasus virus Corona di dunia, 1.012.165 kasus.

    ISTMAN MP | YAHOO FINANCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.