Korban Meninggal Virus Corona di Amerika Tembus 3.000

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang paramedis berjalan di sebelah kamar mayat darurat di luar Lenox Health Medical Pavilion ketika wabah penyakit virus Corona (COVID-19) berlanjut di New York, AS, 29 Maret 2020. [REUTERS / Eduardo Munoz]

    Seorang paramedis berjalan di sebelah kamar mayat darurat di luar Lenox Health Medical Pavilion ketika wabah penyakit virus Corona (COVID-19) berlanjut di New York, AS, 29 Maret 2020. [REUTERS / Eduardo Munoz]

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban meninggal virus Corona di Amerika Serikat naik melewati 3.000 korban jiwa pada hari Senin.

    Laporan kematian terbaru menjadikannya sebagai hari paling mematikan dalam krisis yang melanda Amerika.

    Menurut laporan Reuters, 31 Maret 2020, total kematian di seluruh Amerika Serikat mencapai 3.017, termasuk setidaknya 540 kematian baru pada hari Senin, dan kasus yang dilaporkan naik menjadi lebih dari 163.000 kasus.

    Total ini mencakup kasus-kasus dari setiap negara bagian, Distrik Columbia dan beberapa wilayah AS, serta kasus-kasus yang direpatriasi, menurut CNN.

    Hawaii dan Wyoming belum melaporkan kematian akibat virus Corona.

    Amerika Serikat memiliki kasus virus Corona tertinggi di dunia, dan jumlah ini kemungkinan lebih banyak jika tes massal virus dilakukan.

    Presiden Donald Trump mengatakan dalam pengarahan pers di Gedung Putih bahwa lebih dari 1 juta orang Amerika telah dites virus Corona, atau jumlah kurang dari 3% populasi.

    Kapal rumah sakit Angkatan Laut USNS Comfort melintas di dekat Patung Liberty saat memasuki New York Harbor di New York City, AS, 30 Maret 2020. Kapal ini akan digunakan untuk merawat pasien yang tidak terinfeksi Virus Corona atau COVID-19. REUTERS/Andrew Kelly

    Di California, negara bagian lain yang sangat terpukul, Gubernur Gavin Newsom mengatakan jumlah rawat inap COVID-19 hampir dua kali lipat selama empat hari terakhir dan jumlah pasien ICU meningkat tiga kali lipat.

    Hampir satu dari setiap lima kematian di AS dilaporkan selama krisis virus Corona dilaporkan hari Senin.

    Banyak orang di garis depan wabah virus Corona merasa frustrasi dan sakit dalam pertempuran melawan virus corona baru.

    Ratusan pekerja medis di seluruh negeri jatuh sakit dan rumah sakit menghadapi kekurangan alat pelindung.

    "Kami perlahan-lahan turun ke dalam kekacauan," kata seorang dokter trauma di Rumah Sakit Jackson Memorial Miami, mengatakan kepada CNN.

    Di rumah sakit New York, anggota staf membersihkan dan menggunakan kembali alat pelindung sekali pakai, kata seorang dokter di departemen anestesiologi.

    Ketika rumah sakit kehabisan ventilator, maka rumah sakit mulai menggunakan mesin anestesi.

    "Ada begitu banyak pasien yang sangat sakit, sepertinya tidak mungkin untuk memenuhi permintaan," kata dokter.

    Proyeksi terbaru tentang korban virus Corona di AS sangat mengkhawatirkan, hampir tidak ada pilihan selain memperluas aturan jarak sosial, kata dua pakar penyakit menular AS.

    Imbauan federal yang semula dijadwalkan berakhir minggu ini, kini telah diperpanjang hingga 30 April.

    Itu berarti semua orang Amerika harus menghindari berkumpul dalam kelompok 10 orang atau lebih, menghindari perjalanan bebas, dan mempertimbangkan membatalkan semua kunjungan sosial di rumah. Penduduk yang lebih tua harus tinggal di rumah.

    "Tetapi bahkan dengan jarak sosial yang berkelanjutan, saya tidak akan terkejut jika kita melihat 100.000 kematian," kata Dr. Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases sekaligus penasihat penanganan virus Corona Donald Trump, yang sebelumnya memprediksi 200.000 kematian di AS akibat virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.