Usai Dana Bantuan $2 Triliun, Amerika Susun Kebijakan Corona Baru

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis berbicara dengan pengendara saat akan melakukan tes virus corona atau Covid-19 secara drive thru di Arlington, Virginia, 18 Maret 2020.  REUTERS/Kevin Lamarque

    Petugas medis berbicara dengan pengendara saat akan melakukan tes virus corona atau Covid-19 secara drive thru di Arlington, Virginia, 18 Maret 2020. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika tidak berhenti di kebijakan dana bantuan untuk menangani  pandemi virus Corona. Dikutip dari New York Times, pejabat di Washington sudah mulai menyiapkan kebijakan baru untuk menekan dampak virus dengan nama resmi COVID-19 tersebut.

    "Kita harus membuat kebijakan baru untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang penting (terkait pandemi virus Corona)," ujar Ketua Parlemen, Nancy Pelosi, sebagaimana dikutip dari New York Times, Selasa, 31 Maret 2020.

    Sebagaimana diketahui, Amerika telah menjadi episentrum virus Corona yang baru, menggantikan Cina. Jumlah pasien dan korban terus merangkak naik tiap harinya. Per berita ini ditulis, ada 163.429 kasus dan 3008 korban meninggal akibat virus Corona di Amerika.

    Menangani dampak pandemi yang terjadi, berbagai strategi diterapkan Amerika. Salah satu yang menarik perhatian pekan lalu adalah disetujuinya kebijakan dana bantuan US$2 triliun atau setara Rp32 ribu triliun. Dana bantuan tersebut meliputi bantuan langsung tunai untuk warga, pinjaman untuk usaha terdampak pandemi, peningkatan perlengkapan medis, dsb. Namun, hal itu dirasa belum cukup oleh pemerintah Amerika.

    Pelosi mengatakan, ada dua kebijakan prioritas yang akan dibahas dalam waktu dekat. Pertama, soal perlindungan terhadap petugas yang bekerja di garda depan. Kedua, soal besaran tunjangan kesehatan apabila seseorang harus cuti karena sakit. Belum diketahui kapan target kebijakan itu bisa digolkan.

    Selain pembahasan kebijakan baru, berbagai langkah strategis juga diambil pemerintah Amerika untuk melawan dampak pandemi. Di New York, misalnya, rumah sakit terapung dalam wujud tanker militer digunakan untuk mengurangi beban petugas medis. Kapal itu akan dikhususkan untuk pasien non virus Corona sehingga rumah sakit bisa sepenuhnya digunakan untuk pasien COVID-19.

    Selain itu, ada juga pembebasan sementara untuk para narapidana. Mereka dibebaskan untuk mencegah virus menyebar dengan cepat di kompleks lapas. Di Penjara Riker Island, misalnya, ada 139 kasus virus Corona (COVID-19) di sana. Di Penjara Cook County, Chicago, 101 napi dan sipir positif tertular virus Corona.

    "Atmosfer saat ini sudah seperti perang. Jadi, kami semua harus mengupayakan segalanya," ujar Wali Kota New York, Bill de Blasio, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters.

    ISTMAN MP | NEW YORK TIMES | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.