Joe Biden Sebelumnya Adalah Musuh Obama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktife { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } -->, Hari Minggu (3/8) waktu Indonesia mungkin menjadi waktu paling berharga Robinette “Joe” Biden. Politikus juga pengacara Amerika Serikat dari partai Demokrat itu akhirnya resmi dipilih sebagai Senator Barrack Obama mendampinginya sebagai calon Wakil Presiden AS.

    Perjalanan politisi 65 tahun itu menduduki tangga Gedung Putih tak mudah. Jika akhirnya Obama mampu mengalahkan kandidat partai Republik, John McCain sebagai Presiden AS maka Biden akan mengakhiri kariernya di senat yang telah dihabiskannya selama lebih dari 30 tahun.

    Pemilihan Biden sebagai calon pendamping Obama sedikit mengejutkan. Jalan senator jebolan Syracuse University College of Law menjadi calon orang nomor dua di AS cukup terjal.

    Selain menyisihkan mantan 'musuh' Obama, Hilary Rodham Clinton, Biden juga mampu mengalahkan Gubernur Virginia Tim Kaine. Dia juga mampu melangkahi Senator Evan Bayh (Indiana), Gubernur Kansas Kathleen Sebelius, dan Senator Republik asal Texas Chet Edwards.

    Salah satu alasan kuat Obama memilih Biden sebagai wakilnya adalah pengalamannya di senat. Tercatat pria yang dilahirkan dari pasangan Joseph R. Biden, Sr. dan Catherine Eugenia itu sempat menjadi ketua hubungan luar negeri di senat.

    Dia juga sempat menjadi anggota komite kehakiman yang salah satu tugasnya membuat undang-undang anti kriminal, nominator jaksa agung, dan jabatan-jabatan terkait undang-undang. Bukan hanya pengalaman Biden di senat yang memukau Biden. Obama rupanya melihat kelemahannya dalam hal pertahanan atau kebijakan luar negeri, sebagai senjata ampuh bagi 'musuhnya' McCain untuk mengalahkannya.

    Hal itu semakin terlihat pada poling yang belum lama ini dilakukan. Melihat hal itu Obama berhasil menanggulangi ketakutan terbesarnya dengan memilih Biden.

    Salah satu kebijakan dalam negeri AS yang mengemuka saat ini adalah bagaimana mengatasi resesi ekonomi yang tengah menyerang negara tersebut. Salah satu peluru yang akan dipakai McCain menyerang Obama adalah, bagaimana suami Michelle itu menyikapi invasi Rusia ke Georgia.

    Ada hal unik ketika Obama justru lebih 'mempercayakan' Biden sebagai wakilnya. Biden, yang menguasai senat pada usia 29 tahun di tahun 1972 padahal sempat menjadi musuh Obama, kala memutuskan menjadi nominator Presiden AS dari partai Demokrat. Tapi setelah mendapatkan hasil buruk di Kaukus Iowa, dia mengundurkan diri.

    Kontroversi lainnya adalah perkataan Biden yang sempat mengatakan bahwa Obama tidak layak menjadi Presiden AS. Hal itu dilontarkanyya pada Oktober 2007.

    “Saya tidak ingin menjadi Wakil Presiden Amerika Serikat. Saya tidak akan menerima jika orang lain menawari saya posisi tersebut. Saya lebih memilih menjadi anggota senat,” kata Biden dalam sebuah wawancara.

    Tapi dengan sikap negawaran Obama menjawab klaim Biden dengan jelas.

    “Apakah orang ini bisa membantu saya menjalankan pemerintahan?. Apakah orang tersebut bisa menjai partner untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi AS dan masalah lainnya,” kata Obama dalam wawancara melalui staisun televisi CBS bertajuk “The Early Show”.

    Melihat 'lawannya' melunak Biden juga melakukan hal yang sama. Senator itu mengatakan bahwa Obama adalah orang yang bersih.

    Bagus Wijanarko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.