Akibat Virus Corona, Selandia Baru Batalkan Acara Christchurch

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Jacinda Ardern dan kekasihnya Clarke Gayford bertunangan selama akhir pekan Paskah.[Stuff.co.nz]

    Perdana Menteri Jacinda Ardern dan kekasihnya Clarke Gayford bertunangan selama akhir pekan Paskah.[Stuff.co.nz]

    TEMPO.CO, Jakarta - Akibat virus Corona, pemerintah Selandia Baru memutuskan untuk membatalkan upacara berkabung tragedi penembakan di masjid Christchurch. Sebab, acara yang dijadwalkan berlangsung esok Ahad itu diprediksi akan dihadiri banyak orang, baik dari dalam maupun luar negeri. Pemerintah setempat khawatir hal itu malah akan mempercepat penyebaran virus Corona di Selandia Baru.

    "Ini adalah keputusan yang pragmatis. Kami sangat sedih harus membatalkan acara ini. Tapi, dalam suasana berduka ini, jangan sampai kita malah menciptakan resiko baru," ujar Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu, 14 Maret 2020.

    Tragedi Christchurch, sebagaimana diketahui, adalah peristiwa penembakan terhadap warga dan jemaat Masjid Christchurch pada tahun 2019. Peristiwa tersebut menewaskan 51 orang dan melukai setidaknya 49 orang di sekitar kawasan masjid.

    Sang pelaku, Brenton Harrison Tarrant, melakukannya dengan dasar islamophobia dan keyakinan akan terjadinya pembantaian terhadap ras kulit putih. Itulah kenapa masjid menjadi lokasi pilihannya untuk beraksi. Ia dengan sengaja mengincar mereka yang Muslim.

    Perdana Menteri Jacinda Ardern belum menjelaskan apakah acara tersebut akan digelar lagi begitu pandemi virus Corona atau tidak. Ketika berita ini ditulis, ia belum memberikan keterangan lebih lanjut.

    Sementara itu, untuk kasus virus Corona di Selandia Baru, masih relatif kecil. Mengutip Reuters, hanya ada 6 kasus virus Corona di Selandia Baru dan tidak ada korban meninggal. Adapun negara tetangga terdekat Selandia Baru, Australia, menghadapi 156 kasus dan 3 korban meninggal akibat virus Corona.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.