Penumpang Thai Airways Bikin Gaduh Dalam Pesawat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang pesawat Thail Airways kesal tak diizinkan keluar pesawat setelah menunggu berjam-jam. Sumber: YouTube/Fugu M/asiaone.com

    Seorang penumpang pesawat Thail Airways kesal tak diizinkan keluar pesawat setelah menunggu berjam-jam. Sumber: YouTube/Fugu M/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah kegaduhan terjadi di penerbangan Thai Airways TG664 dari Bangkok menuju Shanghai, Cina saat seorang penumpang perempuan yang kesal pesawat yang ditumpanginya tak kunjung lepas landas, meminta awak pesawat agar mengizinkannya turun dari pesawat. 

    Penumpang itu sangat marah karena pesawat tidak kunjung menurunkan penumpang hingga berjam-jam. Sebuah rekaman video yang diunggah di YouTube memperlihatkan penumpang perempuan itu bangkit dari kursinya dan sengaja batuk di hadapan seorang pramugari. Awak kabin yang menggunakan masker langsung menghampiri penumpang itu, sambil berusaha menahannya.

    Seorang juru bicara maskapai Thai Airways mengatakan kepada media Thailand bahwa insiden itu terjadi pada 6 Maret 2020. Pihak Thai Airways menegaskan jika penumpang pesawat itu sudah berperilaku tidak menyenangkan dan menyebabkan ketidaknyamanan pada penumpang lain atau awak kabin. Walhasil, staf maskapai pun berhak menahan penumpang. 

    Tertahannya pesawat Thai Airways TG664 selama berjam-jalan karena proses pemeriksaan yang diperketat dan burung besi itu harus tetap berada di landasan sampai tujuh jam setelah mendarat di Bandara Internasional Pudong, Shanghai. 

    “Kami tidak bisa membuka pintu pesawat hingga adanya instruksi dan petugas pemeriksa kesehatan datang untuk melakukan pengecekan,” tulis wakil presiden badan keamanan penerbangan Thai Airways.     

    Penumpang perempuan yang tak dipubikasi identitasnya itu, sempat dicurigai akan menularkan virus corona karena batuk ke arah awak pesawat. Batuk di dalam pesawat adalah hal yang harus dihindari saat ini karena akan menimbulkan kekhawatiran di tengah wabah virus corona yang mengancam. 

    Sebelumnya pada pekan lalu, otoritas Shanghai mengumumkan akan memeriksa semua penumpang di bandara termasuk riwayat perjalanan ke negara-negara yang terdampak virus COVID-19 seperti Jepang, Korea Selatan, Italia, dan Iran. 

    Penumpang yang terbukti telah bepergian ke negara tersebut harus menjalani 14 hari karantina. Pemerintah Shanghai juga menyerukan masyarakat untuk bersikap transparan terhadap infeksi virus corona, jika mereka melanggar maka akan dijatuhi hukuman berat.

    SAFIRA ANDINI | ASIA ONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.