Virus Corona Naik, Rumah Sakit di Korsel Kekurangan Kamar

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Korea Selatan menggunakan pakaian pelindung saat akan menyemprotkan cairan desinfektan setelah mewabahnya virus corona di stasiun Daegu, Korea Selatan, 29 Februari 2020. Yonhap via REUTERS

    Tentara Korea Selatan menggunakan pakaian pelindung saat akan menyemprotkan cairan desinfektan setelah mewabahnya virus corona di stasiun Daegu, Korea Selatan, 29 Februari 2020. Yonhap via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melaporkan ada 516 kasus pasien baru yang terjangkit virus corona atau COVID-19 pada Rabu 4 Maret 2020. Kondisi ini telah membuat, sejumlah rumah sakit kekurangan fasilitas kamar untuk menampung ribuan pasien. 

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) mengatakan per Rabu, 4 Maret 2020 tercatat sebanyak 5.328 kasus dikonfirmasi terinveksi virus corona dan 32 kasus berujung kematian.

    Seorang petugas kesehatan melakukan layanan desinfeksi di dalam sebuah gereja San Myeongdong atas wabah Virus Corona di Seoul, Korea Selatan, 26 Februari 2020. Dari 334 kasus baru, 307 berasal dari kota Daegu, yang menjadi pusat penyebaran virus corona di Korsel. Yonhap via REUTERS

    Para ahli kesehatan memprediksi jumlah pasien baru kemungkinan bakal meningkat dalam waktu dekat setelah dilakukan pemeriksaan pada lebih dari 200 ribu anggota sekte gereja Shincheonji, serta ribuan kasus yang diduga akan datang dari kelompok tertentu. 

    "Kami membutuhkan langkah-langkah khusus di saat darurat seperti ini," ungkap Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun dalam pertemuan kabinet. 

    Virus corona yang semakin merebak di Negeri Ginseng telah menyebabkan sejumlah rumah sakit di Korea Selatan tidak dapat menampung lebih banyak lagi pasien. 

    Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip mengatakan sekitar 2.300 pasien di Deagu, belum bisa mendapatkan fasilitas rumah sakit untuk merawat mereka. Daegu adalah kota yang diduga menjadi penyebaran virus corona. 

    "Sebuah rumah sakit militer yang sebelumnya hanya mempunyai 100 kamar akan memiliki 200 kamar tambahan yang tersedia pada hari Kamis mendatang," kata Gang-lip, sebagai antisipasi jika pasien virus corona bertambah dalam waktu dekat. 

    Sebelumnya Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah menyatakan perang melawan virus corona yang mematikan. Moon juga meminta maaf atas kekurangan stok masker yang terjadi di negaranya.

    SAFIRA ANDINI | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.