Cegah Virus Corona, Arab Saudi Hentikan Layanan Umrah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Han Yi (belakang), seorang petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di sebuah bangsal Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 22 Februari 2020. Xinhua/Xiao Yijiu

    Han Yi (belakang), seorang petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di sebuah bangsal Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 22 Februari 2020. Xinhua/Xiao Yijiu

    TEMPO.CORiyadh – Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara layanan umrah dan kunjungan ke Masjid Nabawi di Kota Madinah terkait upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19.

    Pemerintah juga melarang masuk sementara para pemilik visa turis dari negara-negara yang terkonfirmasi mengalami wabah virus Corona.

    “Pemerintah Arab Saudi menekankan langkah-langkah ini bersifat sementara dan mengikuti perkembangan evaluasi yang dilakukan otoritas terkait,” begitu dilansir kementerian Luar Negeri Arab Saudi seperti dilansir di akun @KSAmofaEN pada Kamis, 27 Februari 2020.

    Pemerintah Saudi juga melarang kegiatan perjalanan menggunakan kartu identitas nasional atau kartu tanda penduduk dan bukannya paspor dari dan ke negara itu.

    Kemenlu Saudi juga menyatakan ada pengecualian larangan ini tidak berlaku untuk warganya yang meninggalkan negara dengan menggunakan kartu tanda penduduk.

    Larangan juga tidak berlaku untuk warga negara dari negara anggota Dewan Kerjasama Teluk atau GCC yang ingin kembali ke negaranya setelah datang ke Saudi menggunakan kartu tanda penduduk dari negaranya.

    “Pemerintah Saudi mengulangi dukungannya untuk setiap langkah dunia internasional untuk membatasi penyebaran virus ini,” begitu pernyataan di akun Twitter tadi. Pemerintah juga mendesak warga untuk berhati-hati sebelum melakukan perjalanan ke negara yang mengalami wabah virus Corona.

    Wabah virus Corona ini menyebar dari pasar hewan liar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina selatan sejak Desember 2019 seperti dilansir Reuters. Virus ini disebut menyebar dari hewan seperti kelelawar dan trenggiling.

    Saat ini ada sekitar 77 ribu kasus infeksi virus Corona di 41 negara dengan mayoritas berada di Cina daratan. Sekitar 2.600 orang meninggal akibat infeksi yang menimbulkan sakit radang paru-paru ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.