Presiden Xi Jinping Setuju Larang Dagang dan Konsumsi Satwa Liar

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasar Makanan Laut Huanan Wuhan, tempat asal-usul virus corona, diduga menjual hewan liar termasuk anak serigala, musang, dan bahkan koala.[Mirror.co.uk]

    Pasar Makanan Laut Huanan Wuhan, tempat asal-usul virus corona, diduga menjual hewan liar termasuk anak serigala, musang, dan bahkan koala.[Mirror.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Xi Jinping dikabarkan menyetujui larangan berburu, memperdagangkan hingga mengkonsumsi satwa liar yang diduga sebagai sumber wabah virus Corona atau COVID-19.

    South China Morning Post, 24 Februari 2020 menjelaskan tentang persetujuan presiden Xing meski tidak dijelaskan lebih rinci soal persetujuan ini.

    CNBC pada 12 Februari lalu melaporkan Presiden Xi pada 3 Februari sudah memberi sinyal kuat untuk melarang perburuan, perdagangan dan konsumsi satwa liar. Dia menyatakan tindakan keras akan diberlakukan untuk kasus perdagang hewan liar secara ilegal.

    Wabah virus Corona di Cina telah menewaskan lebih dari 2.600 penduduk. Virus ini diduga berasal dari hewan liar yang dikonsumsi secara bebas oleh kebanyakan masyarakat Cina.

    Para ahli meyakini sumber utama virus berasal dari pasar hewan liar di Wuhan, lalu menjangkiti beberapa orang di sekitar hingga mewabah ke seluruh wilayah Cina.

    Pejabat bidang ekonomi Cina, Yang Heqing mengatakan larangan untuk memburu, menjual, dan mengkonsumsi hewan liar yang dilindungi hingga hewan liar yang diternakkan untuk mencegah wabah virus Corona.

    "Akhirnya ada larangan untuk konsumsi dan perdagangan hewan liar," kata Zhou Haixiang, anggota Komite Nasional Manusia dan Biosfer, kelompok perlindungan lingkungan sebagaimana dilaporkan South China Morning Post,24 Februari 2020.

    Haixiang mendukung larangan tersebut yang diyakininya sebagai langkah besar untuk melindungi satwa liar.

    Tindakan ini tentu saja menimbulkan kerugian pada sebagian besar pengusaha, karyawan, dan pemasok hewan liar untuk dijual. Akibatnya kerugian finansial pun akan dikhawatirkan melanda mereka yang telah menjual daging hewan liar untuk sehari-harinya.

    Meski ada pro kontra terhadap peraturan pemerintah Cina melarang satwa liar. Namun larangan tetap diberlakukan mengingat saat ini wabah virus Corona terus menjangkiti masyarakat di Cina.
    SAFIRA ANDINI | SOUTH CHINA MORNING POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.