Kubu Konservatif Iran Menangkan Pemilu Parlemen 2020

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Preisden Iran Hassan Rouhani, memasukan surat suaranya saat pemilu parlemen di Tehran, Iran, 21 Febrauri 2020. Official Presidential website/Handout via REUTERS

    Preisden Iran Hassan Rouhani, memasukan surat suaranya saat pemilu parlemen di Tehran, Iran, 21 Febrauri 2020. Official Presidential website/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kubu konservatif meraih kemenangan di pemilu parlemen Iran. Angka yang dipublikasi pada Sabtu, 22 Februari 2020 memperlihatkan kelompok itu mendapatkan 195 kursi dari total 253 kursi parlemen yang diperebutkan. 

    Menurut Komite Pemilu Iran, kubu reformis hanya memenangkan 18 kursi, sementara sisa 40 kursi jatuh ke kelompok independen. 

    Masyarakat Iran memberikan hak suara dalam pemilu parlemen pada Jumat, 21 Februari 2020. Sumber: aa.com.tr

    Dalam pemilu parlemen Iran 2020, otoritas Iran menyediakan total 55.000 tempat pemungutan suara yang disebar ke seluruh penjuru wilayah Iran agar masyarakat memberikan hak suaranya. Pemilu untuk memilih anggota parlemen Iran diselenggarakan pada Jumat, 21 Februari 2020, pukul 8 pagi waktu setempat. 

    Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei merupakan pemilih pertama yang menggunakan hak suaranya di Ibu Kota Teheran. Pemilihan parlemen ini diikuti oleh 58 juta warga Iran yang telah memenuhi syarat untuk memilih lebih dari 250 partai. 

    Akan tetapi, Pemerintah Iran mengumumkan jumlah masyarakat yang memberikan hak suaranya dalam pemilu parlemen hanya 42 persen. Jumlah itu terendah sejak revolusi Iran 1979. Kekhawatiran atas jumlah pemilih tersebut juga terkait dengan penyebaran wabah COVID-19 atau virus corona, dimana ada 43 kasus pasien virus corona di Iran dan delapan kasus berakhir dengan kematian.

    SAFIRA ANDINI | AA.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.