Jepang Evakuasi Penumpang Diamond Princes Negatif Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas yang mengenakan masker berjaga di pelabuhan di sebelah kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 12 Februari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-hoon]

    Seorang petugas yang mengenakan masker berjaga di pelabuhan di sebelah kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 12 Februari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-hoon]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pihak berwenang Jepang akan segera mengevakuasi para penumpang kapal Diamond Princess yang terbukti negatif terhadap virus Corona COVID-19.

    Adapun beberapa negara seperti Kanada, Australia, dan Korea Selatan juga akan mengevakuasi warganya mulai Rabu dan Kamis.

    Sebelumnya, pada Senin 17 Februari 2020, pemerintah Amerika Serikat telah mengevakusi sekitar 400 warganya dari kapal Diamond Princess dengan pesawaat sewaan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Pasien yang terbukti menderita penyakit virus Corona harus menjalani perawatan, sementara sisanya akan menjalani 14 hari karantina sesuai ketentuan yang berlaku, menurut laporan CNN, 19 Februari 2020.

    Proses evakuasi terhadap warga negara Kanada akan berlangsung dalam minggu ini. Sebuah pesawat carteran yang dikirim pada Rabu kemarin akan mengevakuasi warganya dari kapal Diamond Princess dan penerbangan diperkirakan akan berangkat dari Bandara Haneda Tokyo pada Kamis, 20 Februari.

    "Pesawat akan membawa penumpang dari Jepang ke pangkalan udara Kanada di Trenton, setelah itu penumpang akan dites dan dikirim ke NAV Canada Training Institute di Cornwall, Ontario untuk menjalani 14 hari karantina," ungkap Kementrian Luar Negeri Kanada. Pihaknya juga mengatakan ada 43 dari 256 orang Kanada di kapal telah dinyatakan positif terjangkit virus Corona.

    Penumpang AS di atas kapal pesiar Diamond Princess, yang telah memilih untuk pergi, terlihat dalam pesawat evakuasi carteran untuk terbang kembali ke Amerika Serikat, di bandara Haneda di Jepang 17 Februari 2020. Dua penerbangan charter yang dioperasikan oleh Kalitta Air membawa beberapa ratus penumpang Amerika dari kapal berangkat dari Bandara Haneda pada Senin pagi. [Philip dan Gay Courter / via REUTERS]

    Korea Selatan juga telah mengirimkan sebuah pesawat pada Rabu kemarin untuk mengevakuasi sekitar empat orang warganya. Australia akan mengevakuasi lebih dari 200 warga negaranya pada Kamis esok dan memberlakukan dua pekan karantina pada seluruh penumpang.

    Adapun negara lainnya seperti Italy, Inggris, Filipina, dan Hong Kong akan mengevakuasi warganya dari Diamond Princess dalam minggu ini.

    Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan bahwa tiga warga negara Indonesia yang berada di kapal Diamond Princess positif COVID-19. Ketiganya adalah kru yang bertugas di kapal tersebut.

    "Saya memperoleh informasi, 3 dari 78 kru yang berasal dari Indonesia confirmed (tertular virus Corona)," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada Tempo usai penyambutan tim evakuasi dari Wuhan, Cina, Selasa, 18 Februari 2020.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga mengeluhkan masih terbatasnya informasi soal kondisi WNI yang berada di Kapal Diamond Princess. Oleh karenanya, ia meminta Kedutaan Besar Jepang untuk membantu memastikan WNI di Diamond Princess, terutama yang tertular virus Corona (COVID-19), tertangani dengan baik.

    Evakuasi terhadap warga negara Indonesia yang tertular (COVID-19) di kapal Diamond Princess belum dilakukan. Meski begitu, opsi untuk melakukannya terbuka menurut Kementerian Luar Negeri Indonesia.

    "Hal yang bisa saya sampaikan sekarang, opsi evakuasi terbuka," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menyamnbut kedatangan tim evakuasi WNI dari Wuhan, Hubei, Selasa, 18 Februari 2020.

    Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ishii Masafumi mengkonfirmasi adanya WNI yang bekerja sebagai awak Kapal Pesiar Diamond Princess yang positif terjangkit virus Corona.

    Masafumi meyakinkan setiap pihak berwenang di Jepang berusaha melakukan yang terbaik dalam mengatasi wabah penyakit ini, apapun warga negara orang tersebut. Sedangkan untuk rencana mengevakuasi awak kapal WNI di Diamond Princess, Masafumi pun menyerahkan kembali pada Indonesia.

    SAFIRA ANDINI | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.