Tentara Serang Mal di Thailand, Tembak Mati 20 Orang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang berlindung di balik kendaraan di dekat mal Terminal 21 saat penembakan massal di Nakhon Ratchasima, Thailand, Sabtu malam, 8 Februari 2020. Hingga Sabtu malam, polisi masih berupaya melumpuhkan pelaku. Reuters

    Sejumlah orang berlindung di balik kendaraan di dekat mal Terminal 21 saat penembakan massal di Nakhon Ratchasima, Thailand, Sabtu malam, 8 Februari 2020. Hingga Sabtu malam, polisi masih berupaya melumpuhkan pelaku. Reuters

    TEMPO.CONakhon Ratchasima – Seorang tentara Thailand menembak mati setidaknya 20 orang pada Sabtu sore, 8 Februari 2020 di pusat perbelanjaan Terminal 21 di Kota Nakho Ratchasima, yang terletak di wilayah timur laut.

    Pelaku melakukan penembakan massal ini sambil mengunggah pesan mengenai aksi kejinya itu di jejaring sosial Facebook.

    Pelaku diduga masih bersembunyi di dalam pusat perbelanjaan itu saat petugas melakukan penyisiran pada malam hari Sabtu kemarin.

    “Situasinya sangat mengerikan karena saya bisa mendengar suara tembakan berulang kali. Kami menunggu lama sampai akhirnya polisi datang dan membantu kami, menunggu berjam-jam,” Suvanarat Jirattanasakul, 27 tahun, yang merupakan seorang pengunjung mal perempuan seperti dilansir Reuters pada Sabtu, 8 Februari 2020.

    Sejumlah tembakan masih terdengar dari dalam mal pada sekitar pukul 2.40 pagi dini hari tadi. Jurnalis Reuters menyaksikan dua orang petugas keamanan yang terluka dibawa ke luar dari lokasi.

    Polisi dan tentara mengepung pusat perbelanjaan ini sejak Sabtu sore saat pelaku mulai beraksi.

    Sejumlah media lokal Thailand seperti Bangkok Post melansir berita tentara turun di depan mal itu sambil menembakkan sejumlah peluru ke arah pengunjung, yang berlari berhamburan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.