Justin Trudeau Beri Bantuan untuk Kerabat Korban Pesawat Ukraina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menghadiri upacara mengenang para korban penerbangan Ukraina International Airlines PS-752 di Parliament Hill di Ottawa, Ontario, Kanada 9 Januari 2020. Warga Kanada mengadakan nyala lilin di Ottawa pada Kamis untuk mengenang 63 warga Kanada yang terbunuh dalam insiden penembakan pesawat di Iran. [REUTERS / Blair Gable]

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menghadiri upacara mengenang para korban penerbangan Ukraina International Airlines PS-752 di Parliament Hill di Ottawa, Ontario, Kanada 9 Januari 2020. Warga Kanada mengadakan nyala lilin di Ottawa pada Kamis untuk mengenang 63 warga Kanada yang terbunuh dalam insiden penembakan pesawat di Iran. [REUTERS / Blair Gable]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Justin Trudeau menjanjikan kompensasi CAD$ 25.000 atau Rp 261 juta bagi kerabat korban warga Kanada yang tewas dalam pesawat Ukraina yang ditembak jatuh Iran pada Rabu pekan lalu.

    Trudeau mengatakan dana bantuan, yang bisa digunakan untuk biaya pemakaman dan perjalanan, akan dikirimkan dalam beberapa hari mendatang, menurut laporan CNN, dikutip 18 Januari 2020.

    "Saya ingin ini menjadi jelas: Kami mengharapkan Iran memberikan kompensasi kepada keluarga-keluarga ini," kata Trudeau kepada wartawan pada konferensi pers di Ottawa. "Tetapi saya telah bertemu mereka (keluarga). Mereka tidak bisa menunggu berminggu-minggu. Mereka membutuhkan dukungan sekarang."

    "Kami belum melihat seperti apa kompensasi penuh nantinya dari Iran," kata Trudeau. "Tapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa uang dari Iran untuk para korban akan diberikan langsung kepada mereka - (dan) itu tidak akan mengganti uang pemerintah Kanada."

    Pengumuman itu muncul setelah Iran mengakui pada Sabtu pekan lalu bahwa militernya secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat sipil Ukraine International Airlines tak lama setelah lepas landas 8 Januari dari Bandara Imam Khomeini dekat Teheran.

    Pemerintah Kanada mengkonfirmasi 57 dari 176 orang yang naik pesawat itu adalah orang Kanada.

    Bunga-bunga dan foto-foto para korban pesawat penumpang Ukraina yang jatuh di Iran terlihat pada upacara peringatan di Universitas Alberta, Edmonton, Alberta, Kanada, 12 Januari 2020. REUTERS/Candace Elliott

    Jatuhnya pesawat itu terjadi beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS, sebagai balasan atas serangan pesawat drone di bandara Baghdad yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani.

    Pesawat itu menuju ibu kota Ukraina, Kiev. Justin Trudeau mengatakan banyak penumpang pesawat tersebut bermaksud terbang ke Kanada.

    Perdana menteri mengatakan bahwa 57 korban adalah warga negara Kanada dan 29 lainnya adalah penduduk tetap negara itu.

    Kanada tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran dan mengandalkan Italia sebagai wakilnya di sana, menurut New York Times. Anggota Dewan Keselamatan Transportasi Kanada berpartisipasi dalam investigasi pesawat Ukraina.

    Selama tiga hari, Iran mengklaim bahwa pesawat tersebut, Ukraine International Airlines Flight 752, telah jatuh karena masalah mekanis, meskipun berbagai lembaga intelijen mengatakan bahwa pesawat itu ditembak jatuh. Iran kemudian mengakui bahwa anggota Garda Pengawal Iran mengira pesawat Ukraina tersebut sebagai rudal jelajah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.