Cacing Pita 10 Meter Keluar dari Tubuh Saat Buang Air Besar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kritsada Ratprachoom, 44 tahun, terkejut ketika dia merasakan cacing pita 'menjulur dari pantatnya.[Facebook/Mirror.co.uk]

    Kritsada Ratprachoom, 44 tahun, terkejut ketika dia merasakan cacing pita 'menjulur dari pantatnya.[Facebook/Mirror.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria Thailand terkejut mendapati cacing pita sepanjang 10 meter keluar dari anusnya ketika dia buang air besar.

    Fotografer Thailand Kritsada Ratprachoom mengunggah penemuannya yang aneh di media sosial pada Senin.

    "Saya membawa anak saya ke sekolah dan menjalankan beberapa tugas ketika saya harus pergi ke toilet," katanya kepada media Thailand Khaosod, seperti dikutip dari AsiaOne, 13 Desember 2019.

    "Setelah itu, saya merasa seperti belum selesai, seperti ada sesuatu yang tersisa. Saya berdiri untuk melihat apa itu dan ada sesuatu yang mencuat dari pantat saya," katanya.

    Pria berusia 44 tahun tersebut mengira itu adalah sisa dari operasi usus buntu seminggu yang lalu.

    Ketika dia menarik terus-menerus, pria itu mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang salah.

    Cacing pita yang keluar dari tubuh Kritsada Ratprachoom.[Facebook/AsiaOne]

    Tidak hanya berbentuk seperti benang, lengket, dan melar, tetapi juga sangat panjang sehingga dia percaya itu bisa merentang hingga 10 meter. Ternyata ia menyadari itu adalah cacing pita yang bersarang di dalam tubuhnya.

    Cacing pita itu bahkan merayap dan bergerak ketika Ratprachoom meletakkannya.

    Setelah merekam video parasit itu, ia membuangnya ke toilet.

    Menurut surat kabar lokal Thai Rath, cacing pita bisa jadi akibat memakan produk mentah yang terkontaminasi seperti sayuran dan daging.

    Telur cacing pita dapat dengan mudah disalahartikan sebagai biji sagu mentah. Setelah dikonsumsi dan dicerna, larva muncul dan menempelkan dirinya pada lapisan usus kecil. Cacing pita dewasa dapat menyebabkan kembung, gangguan pencernaan, mual, muntah, dan banyak lagi.

    Dalam kasus yang serius, cacing pita dapat menyumbat usus atau saluran yang lebih kecil, atau bahkan pindah ke bagian lain dari tubuh dan merusak organ-organ seperti hati, mata, jantung dan otak, yang dapat menyebabkan kematian.

    Infeksi cacing pita biasanya diobati dengan obat oral yang membunuh parasit, menurut Mayo Clinic.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.