Perdana Menteri Israel Didesak Mundur

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Seruan agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mundur pada Jumat, 22 November 2019, semakin kencang. Beberapa pejabat senior bahkan secara terbuka mendeklarasikan dukungan agar Netanyahu melepaskan jabatan menyusul sejumlah tanda keretakan loyalitas partai. 

    Sebelumnya pada Kamis malam, 21 November 2019, Netanyahu berkeras tidak akan mundur dari jabatan perdana menteri Israel. Seruan mundur pada Netanyahu muncul setelah Jaksa Agung mengindikasikan Netanyahu melakukan dugaan suap, penipuan dan penyalah gunaan kepercayaan.    

    Netanyahu, 70 tahun, yang berasal dari Partai Likud menyangkal seluruh tuduhan yang diarahkan padanya. Dia pun mengecam dakwaan yang diarahkan padanya dan menyebutnya sebagai upaya kudeta. 

    Dikutip dari reuters.com, Partai Biru Putih yang diketuai lawan politik Netanyahu, Benny Gantz, mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyerukan agar Netanyahu segera mundur dari seluruh jabatan di pemerintahan. Partai Biru Putih mengatakan tim pengacara dari partai itu sudah secara resmi mendekati Perdana Menteri dan sejumlah jaksa agung mendesak agar Netanyahu mundur. 

    Partai Biru Putih menguasai 33 kursi parlemen dari total 120 kursi, sedangkan Partai Likud 32 kursi.   

    Sebuah jajak pendapat yang siarkan televisi asal Israel, Channel 13, mengungkap sebanyak 56 persen masyarakat Israel sangat yakin Netanyahu tidak bisa lagi memimpin pemerintahan setelah terindikasi melakukan sejumlah kejahatan. Hanya 35 persen responden yang masih membolehkannya menjabat dan 9 persen lainnya memilih tidak tahu. 

    Di bawah undang-undang Israel, Netanyahu tidak punya kewajiban untuk mundur sebagai Perdana Menteri. Namun mengingat Negara Bintang Daud itu akan melakukan pemilu ketiga kalinya dalam waktu kurang dari setahun, Netanyahu cepat atau lambat akan segera mendapati dirinya dalam posisi sulit untuk memenangkan pemilu, dimana saat yang sama dia bersiap untuk menjalani proses hukum.          

    Dua dari tiga kasus yang didakwakan pada Netanyahu adalah dia diduga membujuk bos-bos media agar memberitakan kebijakan-kebijakannya dan tindakannya secara pribadinya yang bagus-bagus. Netanyahu menyangkal tuduhan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.