Xi Jinping Peringatkan Tentara Pembebasan Cina Jauhi Korupsi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Xi Jinping menyerahkan bendera militer Pasukan Pembebasan Rakyat Cina kepada Komandan Pasukan Roket, Wei Fenghe, pada Januari 2016. The Standard - Hongkong

    Presiden Xi Jinping menyerahkan bendera militer Pasukan Pembebasan Rakyat Cina kepada Komandan Pasukan Roket, Wei Fenghe, pada Januari 2016. The Standard - Hongkong

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Xi Jinping memperingatkan Tentara Pembebasan Cina semua pangkat agar selalu siap tempur dan menghindari praktik korupsi.

    Xi Jinping mengatakan kepada sebuah pertemuan Komite Militer Pusat (CMC) tentang Tentara Pembebasan Cina (PLA), bahwa angkatan bersenjata perlu beradaptasi dengan lingkungan yang cepat berubah, kata juru bicara militer PLA Daily melaporkan pada hari Senin, dikutip dari South China Morning Post, 11 November 2019.

    "Tingkat akar rumput dari militer sedang mengalami kondisi baru dan perubahan dalam misi, konstruksi, operasi harian, struktur unit, komposisi personel dan lingkungan sosial," kata Xi Jinping, ketua CMC.

    Dia mengatakan bahwa, karena unit-unit berpangkat rendah ini menjadi basis militer, mereka perlu berada di bawah cengkeraman Partai Komunis yang ketat, untuk memastikan kekuatan dan disiplin mereka.

    "Komandan dan tentara kita harus berani dan pasukan kita harus kuat seperti harimau," tambahnya.

    Presiden Cina, Xi Jiping, menginspeksi latihan perang Angkatan Laut PLA di Laut Cina Selatan, Kamis, 12 April 2018. CNN -- Xinhua

    Xi Jinping mengatakan kampanye anti-korupsi harus mencapai tingkat akar rumput dan bahwa PLA harus bebas dari korupsi mikro dan praktik-praktik yang tidak patut.

    Sejak 2015, Xi telah memimpin reformasi militer besar-besaran di mana PLA dimodernisasi, rantai komando direstrukturisasi, kesiapan tempur ditekankan dan kontrol partai terhadap angkatan bersenjata diperkuat.

    Dalam komentar sebelumnya, Xi mengatakan Cina dihadapkan dengan perkembangan internasional yang tidak terduga dan lingkungan eksternal yang rumit dan sensitif, dan mengatakan personel angkatan bersenjata Cina harus siap untuk menjawab panggilan untuk berperang kapan saja.

    Dengan anggaran pertahanan yang terus meningkat, Cina memiliki pengeluaran militer terbesar kedua di dunia, sebesar 1,19 triliun yuan atau Rp 2.388 triliun pada tahun 2019, dan Tentara Pembebasan Cina telah secara signifikan meningkatkan jumlah, skala dan intensitas latihannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.