Oposisi Desak Presiden Morales Mundur Pasca Menang Pemilu

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Bolivia Evo Morales bermain terompet dalam parade tahunan untuk menghormati El Senor del Gran Poder atau The Lord of Great Power di La Paz, Bolivia, 10 Juni 2017. REUTERS

    Presiden Bolivia Evo Morales bermain terompet dalam parade tahunan untuk menghormati El Senor del Gran Poder atau The Lord of Great Power di La Paz, Bolivia, 10 Juni 2017. REUTERS

    TEMPO.COLa Paz – Seorang tokoh oposisi Bolivia, Luis Fernando Camacho, mendesak Presiden Evo Morales untuk mundur pasca pemilu.

    Camacho, yang muncul sebagai tokoh publik oposisi, mengatakan dia akan mengerahkan massa pada Rabu, 6 November 2019, ke Ibu Kota La Paz untuk mendesak pengunduran diri Morales.

    “Saya akan kembali ke La Paz pada pukul setengah tiga besok sore dan melakukannya setiap hari hingga bisa memasuki istana pemerintah,” kata Camacho seperti dilansir Reuters pada Selasa, 5 November 2019.

    Camacho dan sejumlah tokoh oposisi mendesak Morales untuk mundur karena kemenangannya pada pemilu Oktober 2019 diragukan. Ini membuat negara miskin di Amerika Selatan ini memasuki krisis demokrasi.

    “Kami merasa yakin bahwa kami harus mempromosikan aksi yang jelas, damai dan demokratik karena dia telah melakukan penipuan monumental dengan tidak menghormati kehendak rakyat,” kata Carlos Mesa, salah satu tokoh oposisi.

    Jorge Quiroga, seorang bekas Presiden Bolivia, menuding Morales sebagai tiran. Dia juga membandingkan tindakan Morales dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang dituding korupsi dan melanggar Hak Asasi Manusia.

    Camacho sendiri telah berulangkali terbang dari kota tempat tinggalnya Santa Cruz dan tiba di La Paz. Pada Selasa kemarin, dia melakukan hal yang sama. Namun, Camacho tidak bisa meninggalkan bandara karena massa pendukung Morales berkumpul di pintu keluar bandara.

    Ini membuat Camacho pulang kembali ke La Paz dengan dibantu pesawat angkatan udara.

    Camacho mengatakan akan kembali datang ke La Paz pada Rabu ini dengan membawa surat pengunduran diri Morales untuk membuat isu ini semakin diperdebatkan.

    Seperti diberitakan, Morales menang pemilu 10 poin pada Oktober 2019 melawan rivalnya Carlos Mesa.

    Pengumuman kemenangan ini terjadi setelah proses penghitungan suara sempat tertunda selama 24 jam. Setelah proses penghitungan kembali digelar, Morales langsung unggul jauh.

    Organization of American States sedang menggelar audit soal ini dan akan mengumumkan hasilnya pada pertengahan bulan.

    Morales merupakan pemimpin dari warga asli Bolivia pertama yang terpilih sebagai Presiden pada 2006. Dia mendukung audit oleh OAS untuk mengakhiri kisruh ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.