Banyak Serangan Ikan Hiu, Tempat Wisata di Queensland Sepi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikan Hiu Koboi, salah satu jenis ikan hiu yang berbahaya. Sumber: ullstein bild via Getty Images/mirror.co.uk/Image Source

    Ikan Hiu Koboi, salah satu jenis ikan hiu yang berbahaya. Sumber: ullstein bild via Getty Images/mirror.co.uk/Image Source

    TEMPO.CO, Jakarta - Tempat wisata WhitSundays, Queensland, Australia mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam setahun terakhir setelah serentetan serangan ikan hiu terjadi di sepanjang Great Barrier.

    Beberapa insiden yang menyerang para turis diantaranya serangan pada seorang turis asal Inggris pada Selasa 29 Oktober 2019, yang diserang di bagian kakinya. Turis itu sekarang sudah pulih.

    Turis lainnya yang juga mengalami luka di bagian kaki dalam serangan yang sama di tempat snorkeling yang terkenal di wilayah itu.

    Ikan Hiu Koboi, salah satu jenis ikan hiu yang berbahaya. Sumber: ullstein bild via Getty Images/mirror.co.uk/Image Source

    Dua insiden terpisah pada 2018 juga mencatat sebuah serangan ikan hiu yang terjadi pada anak perempuan, 12 tahun, yang harus kehilangan kakinya. Serangan lainnya terjadi pada seorang laki-laki yang diserang ikan hiu sampai meninggal karena luka-luka yang sangat parah. Identitas para korban tidak dipublikasikan.

    “Melihat ke belakang selama 12 bulan terakhir, saya dapat mengatakan ada beberapa dampak pada industri kami dalam hal jumlah kunjungan,” kata CEO pariwisata WhitSundays, Tash Wheeler.

    Data terbaru memperlihatkan turis mancanegara yang pelesiran ke kawasan ini turun enam persen lebih, dimana pada Maret 2019, tercatat hanya ada 226 ribu kunjungan. Wheeler mengatakan operator pariwisata telah meminta pemerintah untuk melakukan patroli udara di Whitsundays sebagai langkah sementara sambil menunggu penelitian yang dilakukan terhadap ikan-ikan hiu di daerah itu yang selama ini terkenal aman.

    Serangan hiu terjadi sebulan setelah pemerintah negara bagian Queensland menghapus puluhan “garis drum” atau perangkap hiu tanpa awak di pantai-pantai renang yang populer usai kalah di pengadilan karena program pengendalian hiu yang sudah berlangsung puluhan tahun.

    Namun, usai serangan pada Selasa, 29 Oktober 2019, pemerintah kembali memasang 32 saluran drum tambahan tepat di luar kawasan lindung.
    Pengadilan Federal memutuskan hiu yang ditemukan hidup dalam perangkap di taman laut Great Barrief Reef harus dibebaskan. Putusan ini diprotes pemerintah karena sangat berbahaya bagi pekerja.

    Meskipun pantai Australia banyak dikunjungi setiap tahun, serangan hiu tetap terjadi. Data yang dikumpulkan Kebun Binatang Taronga Sydney ada 27 serangan di perairan negara itu pada 2018.

    KANIA SUKU - asiaone.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.