Satu Keluarga di Belanda Sembunyi 9 Tahun Menunggu Kiamat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayah dan lima anaknya di Belanda tinggal di ruang bawah tanah rumah mereka selama sembilan tahun mengikuti aliran kepercayaan mereka. Sumber: Yahoo News UK

    Ayah dan lima anaknya di Belanda tinggal di ruang bawah tanah rumah mereka selama sembilan tahun mengikuti aliran kepercayaan mereka. Sumber: Yahoo News UK

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Belanda menemukan lima orang kakak beradik dan seorang lelaki, yang diyakini sebagai ayah mereka, bersembunyi di sebuah ruang rahasia di kawasan pertanian terpencil di dekat Runerworld, Belanda. Kasus ini langsung menyedot perhatian luas karena mereka sudah berada di ruang rahasia itu selama sembilan tahun.  

    Saat ditemukan, ayah dari anak-anak itu dalam kondisi sakit. Mereka persisnya ditemukan di sebuah desa di provinsi utara Drenth, pada Selasa 15 Oktober 2019. Penggerebekan dilakukan usai aparat kepolisian menerima petunjuk.

    Kelima kakak - beradik sedarah itu diperkirakan berusia 18 sampai 25 tahun. Mereka saat ini sedang dalam perawatan medis.

    Menurut polisi yang menemukan, mereka tidak tinggal di ruang bawah tanah melainkan sebuah ruang kecil di dalam rumah yang bisa dikunci. Tidak ada penjelasan yang jelas apakah mereka benar-benar tinggal di sana atas keinginan sendiri, namun polisi menduga mereka telah menyembunyikan diri dalam ruangan itu selama sembilan tahun.

    “Mereka mengatakan mereka adalah keluarga. Ayah dan lima anaknya”, kata polisi.

    Televisi lokal mewartakan keluarga itu kemungkinan penganut aliran kepercayaan apokaliptik “akhir zaman” yang menunggu hari kiamat. Kepolisian tidak menkonfirmasi kebenaran berita itu.

    Wali Kota Drenth, Roger de Groot, sebelumnya juga mengatakan seorang laki-laki, 58 tahun, yang bukan ayah biologis kelima anak-anak tersebut telah ditangkap. Tidak dijelaskan apa peran laki-laki tersebut.

    Ibu dari kelima kakak - beradik ini diketahui telah meninggal sebelum mereka pindah ke sebuah kawasan pertanian di Belanda. Lima anak dan satu ayah mereka, tidak ada satupun yang terdaftar sebagai penduduk kota Drenth.

    Kasus ini terbongkar ketika anak yang sudah berusia 25 tahun, melarikan diri dan mencari bantuan di sebuah kafe terdekat. Pemilik kafe, Chris Westerbeek, dalam wawancara dengan media mengatakan salah satu anggota keluarga dengan rambut panjang dan terlihat berantakan datang dan dengan bingung mengatakan dia tidak pernah keluar selama sembilan tahun.

    “Anda bisa melihat dia sama sekalian tidak tahu di mana dia atau apa yang dia lakukan. Dia bilang dia melarikan diri dan sangat membutuhkan bantuan,” kata Westerbeek.

    Mereka tinggal dalam kamar darurat dalam lahan pertanian dan bertahan hidup dengan mengkonsumsi sayuran dan hewan yang diperoleh dari taman terpencil dekat tempat mereka tinggal.

    "Saya mengerti ada banyak pertanyaan. Kami pun begitu. Saat ini polisi sedang menyelidiki setiap kemungkinan yang bisa terjadi,” kata De Groot yang menyelidiki motif keluarga itu menunggu hari kiamat.

    KANIA SUKU - Reuters.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.