Penceramah Zakir Naik Kritik Lembaga Investigasi India

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zakir Naik, ulama asal India. Sumber: theweek.in

    Zakir Naik, ulama asal India. Sumber: theweek.in

    TEMPO.COKuala Lumpur – Penceramah kontroversial Zakir Naik mengritik Lembaga Investigasi Nasional India atau NIA terkait pernyataan pejabat lembaga itu bahwa mayoritas pendukung kelompok teroris Islamic State yang tertangkap mengalami radikaliasi setelah menonton video ceramahnya.

    Naik juga menuding NIA membuat pernyataan tidak bermutu mengenai dirinya tanpa didukung bukti meskipun telah bertahun-tahun menyelidikinya.

    “NIA dan Central Bureau of Investigation dan polisi menghabiskan waktu tiga tahun menginvestigasi ribuan video saya, pidato dan naskah tercetak, tapi belum bisa menunjukkan satu pernyataan dari video atau naskah tertulis yang menyatakan saya mempromosikan tindak kekerasan,” kata Naik seperti dilansir Free Malaysia Today pada Rabu, 16 Oktober 2019.

    Zakir Naik menanggapi adanya penangkapan 127 orang di India, yang dituding terlibat aktivitas terorisme. Menurut Naik, tudingan bahwa orang-orang itu terkait dengan dirinya sebagai kebohongan.

    FMT melansir pada Senin, 14 Oktober 2019 bahwa mayoritas dari 127 orang yang ditangkap di berbagai daerah di India terkait dengan IS dan menjadi radikal setelah menonton video berisi pidato Naik.

    Inspektur Jenderal NIA, Alok Mitta, mengatakan itu sebabnya lembaga itu menyelidiki kasus terkait Naik dan orang-orang lain.

    Namun, Naik mengatakan mengikuti akun orang lain di sosial media tidak berarti orang itu teroris. “Kalau konten bisa disebut begitu, yang tidak ada dalam kasus ini,” kata Naik.

    Naik juga menuding NIA berbohong dengan sengaja kepada publik mengenai masalah ini. Menurut dia, para individu yang ditangkap terpengaruh oleh alasan lain atau orang lain.

    “Jika pembicaraan saya menghasilkan teroris, dan saya punya sekitar 200 juta pengikut, percayalah, mereka tidak akan hanya berjumlah sedikit. Jumlahnya akan ribuan hingga jutaan orang,” kata Naik.

    Naik memiliki status penduduk tetap di Malaysia. Dia juga mengundang Mitta untuk mengunjunginya di sana jika membutuhkan klarifikasi lebih lanjut.

    “Saya dapat menerimanya di Malaysia kapan saja dan meluruskan semua konsepsi keliru tentang saya,” kata Zakir Naik. “Apakah Mitta menerima undangan ini atau tidak, saya minta NIA menghentikan upaya perburuan penyihir.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.