Pasukan Militer Suriah Bantu Kurdi Hadapi Invasi Turki

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kota Douma, Suriah, yang hancur akibat perang, 16 April 2018. Amerika Serikat menuduh pasukan Suriah menggunakan senjata kimia yang menyebabkan 40 orang tewas, pada 7 April lalu. REUTERS/Ali Hashisho

    Suasana kota Douma, Suriah, yang hancur akibat perang, 16 April 2018. Amerika Serikat menuduh pasukan Suriah menggunakan senjata kimia yang menyebabkan 40 orang tewas, pada 7 April lalu. REUTERS/Ali Hashisho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan pemerintah Suriah bersiap mengerahkan pasukannya untuk membantu pasukan Kurdi, SDF, yang bertempur melawan invasi Turki di Suriah bagian utara.

    Pejabat Kurdi kemarin mengatakan, pasukan Suriah mendukung SDF untuk menghadapi Turki dan membebaskan kawasan yang dimasuki pasukan Turki dan tentara bayarannya.

    Pasukan Suriah juga akan membebaskan beberapa kota yang dikuasai Turki seperti Afrin yang dicaplok Turki pada 2018.

    Kesepakatan pasukan Suriah dan pasukan Kurdi ini merupakan manuver yang mengagetkan AS. SDF beralasan kesepakatan dengan pasukan Suriah dilakukan karena AS menusuk SDF dari belakang atau berkhianat dan meninggalkan pasukan Kurdi sendirian menghadapi operasi militer Turki.

    "Untuk mencegah dan blokir serangan Turki, kesepakatan telah dicapai dengan pemerintah Suriah, yang bertanggung jawab melindungi perbatasan negara ini dan melindungi kedaulatan Suriah, supaya pasukan Suriah masuk dan dikerahkan di sepanjang perbatasan Suriah-Turki," ujar pernyataan itu.

    Pasukan Kurdi menguasai Suriah bagian timur dan utara sejak Suriah dilanda perang saudara pada tahun 2011. Kurdi kemudian membentuk pemerintahan sendiri, namun menampik akan mendirikan negara sendiri, melainkan otonomi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.