Hadapi Cina, Jepang Bentuk Unit Pertahanan di Kepulauan Senkaku

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pulau Senkaku atau Diaoyu di Laut Cina Selatan. REUTERS/Chris Meyers

    Pulau Senkaku atau Diaoyu di Laut Cina Selatan. REUTERS/Chris Meyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Jepang meningkatkan pertahanannya di pulau-pulau kecil yang ada di Laut Cina Timur, sebuah kawasan yang dipersengketakan dengan Cina. NHK dalam pemberitaan pada Senin, 2 September 2019 mengungkap diantara upaya pertahanan yang dilakukan Jepang adalah mendirikan unit kepolisian khusus yang dilengkapi dengan senjata otomatis.

    Unit kepolisian khusus ini akan bermarkas di wilayah selatan Pulau Okinawa yang berlokasi 420 kilometer dari timur pulau-pulau kecil yang dipersengketakan Jepang – Cina atau yang dikenal dengan sebutan kepulauan Senkaku oleh masyarakat Jepang dan Diaoyu oleh Cina.

    “Dengan asumsi skenario yang mencakup pendaratan ilegal oleh kelompok bersenjata, maka anggota yang sangat terlatih yang dilengkapi dengan senapan mesin akan dikerahkan,“ demikian pemberitaan stasiun televisi NHK, Jepang, berdasarkan sumber yang tidak dipublikasi identitasnya.  

    Kapal penjaga pantai Jepang berlayar mendekati kapal laut patroli Cina, Haijian No. 51 (depan) yang berlayar di sekitar perairan Kepulauan Senkaku di Laut Cina Timur yang menjadi wilayah sengketa antara Jepang dengan Cina (14/9). REUTERS/Kyodo

    Dikutip dari  reuters.com, Senin, 2 September 2019, militer Jepang dan pasukan penjaga pantai negara itu telah bersikap siaga di sekitar pulau-pulau kecil yang persengketakan, namun ini pertama kali Jepang membentuk sebuah unit di kawasan itu untuk pertahanan. Belum ada komentar dari kepolisian Jepang atas pemberitaan ini.  

    Sebelumnya kepolisian Jepang meminta ada penambahan pasukan dalam anggaran untuk tahun ini hingga April 2020. Sekitar 159 pasukan tambahan dikerahkan untuk meningkatkan kemampuan merespon situasi di Okinawa dan Fukuoka.

    Hubungan Jepang – Cina sudah lama dinodai oleh sengketa wilayah perairan Senkaku di Laut Timur Cina yang memiliki banyak pulau-pulau kecil dan luka lama atas agresi Perang Dunia II Jepang ke Cina. Pada 2012, sekelompok aktivis dari Cina mendarat di salah satu pulau di Senkaku dan mengibarkan bendera Cina di sana, dimana hal itu telah memancing kemarahan Jepang. Dalam kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke Beijing Oktober 2018, kedua negara berjanji meningkatkan hubungan bilateral.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?