Ibu dan Bayi di Malaysia Luka Tertimpa Durian Jatuh

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bayi dan ibunya tertimpa durian jatuh. Keduanya selamat kendati mengalami luka-luka. Sumber: pixabay/asiaone.com/Facebok/OrangGuaq

    Seorang bayi dan ibunya tertimpa durian jatuh. Keduanya selamat kendati mengalami luka-luka. Sumber: pixabay/asiaone.com/Facebok/OrangGuaq

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang ibu dan bayinya tertimpa durian jatuh saat sedang berjalan-jalan di sekitar rumahnya di Jengka, Pahang, Malaysia. Durian jatuh itu mengenai ke kepala bayi berusia empat bulan.

    Dikutip dari asiaone.com, Kamis, 1 Agustus 2019, ibu bayi tersebut diketahui bernama Norfarahan Baharuddin yang berjalan-jalan sekitar rumah pada 31 Juli 2019 yang terdapat sebuah pohon durian. Namun tak di sangka, sebuah durian jatuh dan membuat keduanya terluka hingga dilarikan ke rumah sakit Jengka untuk diobati luka-lukanya.

    Penjual durian di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Antara

    Menurut suami Norfarahan, Megat Zarulfais Megat Kamaruddin, 26 tahun, putranya mengalami luka tetapi tidak serius. Begitu pula dengan istrinya yang mengalami luka memar dibagian dada akibat tertimpa durian.

    "Buah itu jatuh langsung menimpa kepala putra saya," kata Megat Kamaruddin.

    Dia menceritakan, sebelum tertimpa durian jatuh, istrinya mendengar suara jatuh mengenai ranting-ranting pohon durian. Dia pun segera berusaha berlari.

    "Mungkin sudah takdir Allah, buah itu jatuh mengenai kepala anak dan istri saya. Ketika itu, dia tidak sedang mencari durian jatuh. Ini benar-benar sebuah kebetulan, terlebih pohon itu ada disamping rumah saya,"kata Megat Kamaruddin.

    Dengan kejadian ini, muncul peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati mengingat musim durian bulan kedua di Malaysia akan jatuh pada pekan depan. Masyarakat diminta melindungi kepala ketika berada di sekitar pohon durian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.