600 Perusahaan Amerika Surati Trump Minta Hentikan Perang Dagang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping berjabat tangan saat makan malam di Mar-a-Lago, April 6, 2017, in Palm Beach, Florida.

    Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping berjabat tangan saat makan malam di Mar-a-Lago, April 6, 2017, in Palm Beach, Florida.

    TEMPO.CO, Jakarta - Walmart dan Target Corp bergabung bersama 600 lebih perusahaan Amerika lain menyurati Donald Trump agar mengakhiri perang dagang dengan Cina, karena tarif impor merugikan konsumen dan pengusaha AS.

    Surat ini adalah yang terbaru dari banyak yang dikirim ke pemerintahan Trump oleh Tarif Hurt the Heartland, kampanye nasional terhadap tarif yang didukung oleh lebih dari 150 kelompok dagang yang mewakili sektor pertanian, manufaktur, ritel, dan industri teknologi, menurut laporan Reuters, 14 Juni 2019.

    Baca juga: Di KTT G20, Trump-Jinping Bakal Bahas Soal Boikot Huawei

    Tetapi surat kali ini adalah pemintaan penting karena ketegangan perdagangan AS-China meningkat dan terjadi sebelum pertemuan yang mungkin antara Trump dan Presiden Cina Xi Jinping pada KTT G20 28-29 Juni di Osaka, Jepang.

    Trump mengatakan dia ingin bertemu Xi Jinping di sana dan akan memutuskan apakah akan memperpanjang tarif ke hampir semua impor Cina setelah itu.

    "Kami tetap khawatir tentang kenaikan tarif balas dendam," tulis surat baru yang dikirim pada hari Kamis."Tarif yang diterapkan secara luas bukanlah alat yang efektif untuk mengubah praktik perdagangan tidak adil Cina. Tarif adalah pajak yang dibayarkan langsung oleh perusahaan AS.... bukan Cina."

    Baca juga: Amerika Perang Dagang Lawan Cina, Vietnam Untung

    Dengan waktu kurang dari tiga minggu sebelum pembicaraan dua pemimpin, harapan untuk mengakhiri perang dagang semakin menyusut.

    Sumber mengatakan bahwa hanya sedikit persiapan untuk pertemuan keduanya meski keberlangsungan ekonomi dunia dipertaruhkan.

    Gedung Putih belum memberikan komentar atas surat tersebut.

    Walmart, pemberi kerja sektor swasta terbesar di AS dan pengecer terbesar di dunia, mengatakan tarif akan menaikkan harga bagi konsumen AS.

    "Perdagangan secara keseluruhan telah baik bagi orang Amerika, baik bagi konsumen...dan saya menyadari hal itu kadang-kadang dikritik," kata Kepala Eksekutif Walmart Doug McMillon pekan lalu.

    McMillon mendesak pemerintahan Trump fokus pada bagaimana perdagangan membantu sejumlah besar orang di AS dan bukan hanya mereka yang membahayakan.

    Baca juga: Cina Siap Gunakan Rare Earth untuk Balas Perang Dagang AS

    Tambahan 25 persen tarif impor senilai US$ 300 miliar (Rp 4.279), di atas yang sudah dipungut, akan merenggut lebih dari 2 juta pekerjaan AS, kata surat itu, mengutip perkiraan dari konsultan internasional Trade Partnership.

    Tarif juga akan menambah lebih dari US$ 2.000 (Rp 28,6 juta) rata-rata biaya pengeluaran untuk satu dari empat keluarga Amerika dan mengurangi nilai Produk Domestik Bruto AS sebesar 1 persen, menurut isi surat.

    "Perang dagang yang meningkat bukan demi kepentingan terbaik negara, dan kedua belah pihak akan kalah," kata surat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.