Fortune 500: Ada 33 CEO Perempuan Pimpin Perusahaan Dunia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri ke kanan: Katharine Graham CEO The Washington Post (1972); Ursula Burns, CEO perempuan Xerox dan CEO Afrika-Amerika pertama (2009); Mary Barra CEO General Motors (2013); Carly Fiorina CEO Hewlett-Packard (1999).[CNN]

    Dari kiri ke kanan: Katharine Graham CEO The Washington Post (1972); Ursula Burns, CEO perempuan Xerox dan CEO Afrika-Amerika pertama (2009); Mary Barra CEO General Motors (2013); Carly Fiorina CEO Hewlett-Packard (1999).[CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Fortune melaporkan bulan depan akan ada lebih banyak CEO perempuan yang memimpin perusahaan dalam daftar perusahaan Fortune 500.

    Total keseluruhan akan mencapai 33 perempuan. Angka ini naik dari rekor sebelumnya 32 di 2017 dan naik dari 24 tahun lalu, menurut laporan CNN, 19 Mei 2019.

    Namun angka ini masih rendah karena perempuan masih mewakili hanya 6,6 persen dari semua CEO Fortune 500.

    Lompatan terbaru ini disebabkan oleh beberapa faktor, ungkap laporan Fortune.

    Baca juga: 6 Negara ini Dapat Nilai Sempurna untuk Hak Perempuan, Indonesia?

    Tiga perusahaan Fortune 500 memilih perempuan sebagai CEO dalam beberapa bulan terakhir, yakni Corie Barry mengambil alih kepemimpinan sebagai Best Buy di bulan Juni, Kathy Warden sekarang menjalankan Northrop Grumman dan Beth Ford memimpin Land O'Lakes.

    Dua perusahaan lain yang sudah memiliki perempuan di pucuk pimpinan: Williams, Sonoma dan Advanced Micro Devices, memasuki Fortune 500, yang memiliki pendapatan sekitar US$ 5,575 miliar (Rp 80,5 triliun).

    Dan minggu ini, Bed Bath & Beyond menunjuk Mary Winston menjabat sebagai CEO sementara.

    Jalan untuk memiliki lebih banyak CEO perempuan masih panjang. Dewan perusahaan lebih tertarik dalam meningkatkan keanekaragaman, sementara organisasi seperti klub-klub petinggi perusahaan bermunculan untuk lebih mendukung kemajuan eksekutif perempuan ke peringkat atas.

    Langkah ini dapat membantu mendorong keragaman gender di pucuk pimpinan perusahaan.

    Baca juga: Riset: Perempuan di Pemerintahan Membuat Populasi Lebih Sehat

    Dikutip dari Fortune.com, Christy Glass, seorang profesor di Utah State University yang berfokus pada ketidaksetaraan gender dan ras dan etnis dalam pekerjaan dan kepemimpinan, mengatakan penelitiannya dengan rekan penulis Alison Cook, telah menunjukkan bahwa direksi terintegrasi dengan baik dengan perempuan, dan perempuan jauh lebih mungkin untuk diangkat sebagai CEO.

    Namun peluang perempuan dengan kulit berwarna yang masuk perusahaan Fortune 500 masih sangat tipis. Hampir semua CEO perempuan merupakan perempuan kulit putih.

    Claire Zillman dari Fortune mencatat bahwa Bed Bath & Beyond Mary Winston adalah wanita kulit hitam pertama yang menjadi CEO Fortune 500 sejak Ursula Burns Xerox mengundurkan diri beberapa tahun yang lalu. Dan tahun lalu, dua CEO perempuan bukan kulit putih mengundurkan diri, yakni Indra Nooyi dari Pepsi dan Geisha Williams dari PG&E.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.