Pasien Penderita Monkeypox di Singapura Dalam Kondisi Stabil

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyakit monkeypox. Sumber: Wikipedia

    Penyakit monkeypox. Sumber: Wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang laki-laki, 38 tahun, asal Nigeria, positif menderita penyakit monkeypox. Kasus ini menjadi yang pertama kali terjadi di Singapura dan dengan cepat menjadi viral.

    Dikutip dari punchng.com, Minggu, 12 Mei 2019, identitas pasien tersebut tidak dipublikasi. Dia saat ini sudah berada di sebuah ruang isolasi di Pusat Penyakit Menular Nasional Singapura. Pasien dalam kondisi stabil.

    Selama di Singapura, pasien diketahui menginap di Hotel 81 Orchid, Geylang.

    Sebelumnya pada Kamis, 9 Mei 2019, Kementerian Kesehatan Singapura mengkonfirmasi adanya kasus penyakit monkeypox. Kementerian Kesehatan telah mengidentifikasi 23 orang yang berinteraksi dengan pasien dan mereka semua sekarang berada dalam karantina.

    Baca: 40 Anak Muda Asean Belajar Penyakit Tidak Menular di Bandung

    Laki-laki, 38 tahun, asal Nigeria, positif menderita penyakit monkeypox. Sumber: The Straits

    Baca: Penyakit Menular Lewat Makanan, Pekerja Restoran Perlu Vaksinasi?

    Kementerian Kesehatan Singapura menekankan penyebaran penyakit monkeypox di masyarakat Singapura masih rendah. Badan Kesehatan Dunia atau WHO dalam situsnya menggambarkan penyakit monkeypox atau cacar monyet disebabkan oleh orthopoxvirus dan bisa menular.

    Penyakit ini mirip dengan mereka yang pernah melihat pasien penderita cacar, hanya saja monkeypox atau cacar monyet ukurannya lebih besar. Penderita monkeypox biasanya akan mengalami gejala demam, sakit kepala, pembekuan kelenjar getah bening, nyeri punggung dan nyeri otot.

    WHO menyebut penyakit cacar sudah dinyatakan diberantas pada 1980. Sedangkan monkeypox adalah sebuah endemik di desa-desa di wilayah Afrika barat dan Afrika tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?