70 Tahun RI-Inggris, Anies Baswedan dan Dubes Inggris Tanam Pohon

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) berbincang dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik (kanan), saat berjalan menuju Masjid Fatahillah, kompleks Balai Kota DKI Jakarta, untuk melaksanakan salat Jumat, 26 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) berbincang dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik (kanan), saat berjalan menuju Masjid Fatahillah, kompleks Balai Kota DKI Jakarta, untuk melaksanakan salat Jumat, 26 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Dubes Inggris untuk RI Moazzam Malik akan menanam pohon untuk memperingati 70 tahun hubungan diplomatik dua negara.

    Acara tanam pohon bersama akan digelar pada Ahad, 12 Mei 2019 pukul 16.30 WIB di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, menurut siaran pers Kedubes Inggris di Jakarta kepada Tempo, 11 Mei 2019.

    Berawal pada tanggal 12 Mei 1937, Konsul Jenderal Inggris untuk Hindia Belanda, Sir Henry Fitzmaurice, menanam pohon ara di depan kantor dan kediamannya untuk memperingati penobatan Raja George VI.

    Museum Perumusan Naskah Proklamasi pernah digunakan sebagai rumah dan kantor Konsul Jenderal Inggris pada tahun 1932.

    Pengunjung melintas di depan patung Soekarno di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, di Jakarta, 17 Agustus 2015. Rumah yang pernah menjadi kediaman Laksamana Muda Maeda ini adalah tempat naskah proklamasi dirumuskan dan ditandatangani oleh Soekarno sebelum dibacakan 70 tahun lalu. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Setelah Pendudukan Jepang berakhir pada 1945, gedung ini digunakan sebagai tempat untuk pembahasan dan penyusunan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

    Gedung ini juga sempat menjadi markas besar Angkatan Darat Inggris, tempat perundingan Indonesia - Belanda yang dimediasi oleh Inggris pada tahun 1945 dan 1946.

    Sebelum diresmikan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi pada 1984, gedung ini adalah Kediaman Resmi Duta Besar Inggris selama lebih dari 20 tahun.

    "Gedung ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi Indonesia....gedung ini adalah tempat dirumuskannya naskah Proklamasi yang mengantarkan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste Moazzam Malik.

    "Kami bangga menjadi bagian dari sejarah penting Indonesia, karena gedung ini sempat menjadi Kantor dan Kediaman Resmi Dubes Inggris hingga tahun 1982," tambah Dubes.

    Acara penanaman pohon Gubernur Anies Baswedan dan Dubes Inggris Moazzam Malik akan dihadiri oleh pejabat pemerintah dari instansi terkait, perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, komunitas diplomatik, mahasiswa dan media, dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dengan anak-anak yatim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.