Ayah di Cina Tak Putus Asa Cari Putranya Korban MH370

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Li Eryou, petani asal Cina, masih menelepon ke nomor ponsel putranya, yang merupakan satu dari 239 korban hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.Sumber: Reuters/malaymail.com

    Li Eryou, petani asal Cina, masih menelepon ke nomor ponsel putranya, yang merupakan satu dari 239 korban hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.Sumber: Reuters/malaymail.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap Sabtu, Li Eryou, petani asal Cina, masih menelepon ke nomor ponsel putranya, yang merupakan satu dari 239 korban hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Penerbangan jurusan Kuala Lumpur - Beijing itu, menghilang pada Maret lima tahun silam.

    "Saya tak peduli (terus menelpon), saya hanya ingin mengatakan beberapa patah kata pada putra saya," kata Li Eryou, seperti di kutip dari malaymail.com, Kamis, 7 Maret 2019.

    Baca: Malaysia Ajukan Penawaran Perusahaan yang Berminat Cari MH370

    Li Eryou, petani asal Cina, masih menelepon ke nomor ponsel putranya, yang merupakan satu dari 239 korban hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.Sumber: Reuters/malaymail.com

    Baca: Veteran Hollywood Galang Dana Untuk Filmkan Peristiwa MH370

    Li Yanlin, putra Li Eryou, bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi raksasa bernama ZTE di kantor cabang Malaysia. Saat musibah terjadi Li Yanlin berusia 30 tahun. Dia berada di dalam pesawat naas itu bersama 153 warga negara Cina lainnya.

    "Putra saya adalah orang pertama dari desa kami yang bisa terbang dengan pesawat ke luar negeri," kata Li Eryou, ayah Li Yanlin. Keluarga ini berasal dari wilayah utara Provinsi Hebei, Cina.

    Ibu Li Yanlin yang bernama Liu Shuangfeng masih sering menangis menjelang tidur. Dia telah didiagnosa mengalami sejumlah depresi setelah upaya mencari keberadaan MH370 masih belum membuahkan hasil.

    Setelah putranya menghilang dalam penerbangan MH370, Li Eryou tak lagi merawat ladang gandumnya karena dia sibuk bolak-balik dari kampung tempatnya tinggal ke ibu kota Beijing untuk menemui otoritas Malaysia dan Cina. Ratusan tiket kereta dan tanda terima adalah bukti upayanya mencari putra tercinta dan menjadi pelecut semangat baginya untuk terus melanjutkan pencarian.

    "Sudah lima tahun putra saya dalam pesawat MH370 menghilang. Namun saya belum menyerah dan tidak akan menyerah. Saya akan terus mencari putra saya," kata Li Eryou, sambil memeluk foto saat Li Yanlin berlibur di Malaysia yang dia unggah dari media sosial putranya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.