Mahathir: Beban Biaya Ditanggung Pajak Jika Jalan Tol Gratis

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Malaysia Mahathir Mohamad. REUTERS

    PM Malaysia Mahathir Mohamad. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan para pengguna jalan tol tetap akan membayar tarif kemacetan tertentu jika tarif jalan tol dihapuskan, dan beban jalan tol akan dibebankan pada pajak.

    "Saya sadar akan banyak kritik dari rakyat jika tarif tol dihapuskan. Tapi Mereka harus mengerti, bahkan jika mereka tidak membayar tarif jalan tol, pemerintah harus membayarnya dari uang pembayar pajak. Pada akhirnya rakyat juga yang membayar, meski melalui pemerintah," kata Mahathir Mohamad, dikutip dari Free Malaysia Today, 25 Februari 2019.

    Baca: Pemerintah Malaysia Mau Ambil Alih dan Gratiskan Jalan Tol

    Rencananya ada empat jalan tol yang akan diambil alih pemerintah, yakni Lebuhraya Damansara Puchong (LDP), Sistem Penyuraian Trafik KL Barat (Sprint), Lebuhraya Shah Alam (Kesas) dan terowongan SMART di Kuala Lumpur.

    Pada Sabtu, pemerintahan Pakatan Harapan berunding dengan perusahaan infrastruktur, Gamuda Bhd, yang mengelola empat jalan jalan tol itu.

    "Jalan-jalan harus diperbaiki. Pemerintah bukan pemegang konsesi, yang membayar perbaikan. Ini berarti bagian dari pajak harus digunakan untuk memelihara jalan. Artinya, pemerintah akan memiliki lebih sedikit uang untuk proyek-proyek lain yang dibutuhkan," tambah Mahathir.

    Terowongan jalan tol SMART di Kuala Lumpur, Malaysia.[THE STAR/ASIA NEWS NETWORK]

    Namun setelah pengambilalihan jalan tol, tidak berarti jalan tol sepenuhnya gratis. Menurut rencana, tarif jalan tol akan diberlakukan selama enam jam setiap hari pada jam sibuk.

    Baca: Mahathir Sebut Kunci Kemajuan Malaysia, Apa itu?

    Para pengguna jalan tol Malaysia tetap akan membayar seperti sebelumnya selama jam-jam sibuk, dengan diskon 30 persen selama jam-jam sibuk.

    Mahathir Mohamad mengatakan jalan tol Malaysia akan digratiskan dari pukul 11 malam hingga 5 pagi karena lebih sedikit pengguna jalan tol pada jam-jam tersebut.

    Mahathir menambahkan orang-orang kemungkinan akan memilih jam-jam ini untuk bepergian dan dengan demikian mendapat manfaat dari pengurangan biaya.

    Baca: Wawancara Mahathir Mohamad: Utang kepada Cina Terlalu Besar

    "Tetapi untuk menghapus semua biaya akan membuatnya terlalu mahal. Kita perlu membeli jalan tol, tetapi ketika Anda membeli, Anda harus membayar layanan dan melunasi pinjaman Anda. Karena itu, kami berusaha mengurangi jumlah uang yang harus kami bayarkan untuk mendapatkan jalan tol ini," tambah Mahathir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.