Turki Beli Rumah Eks Petinju Muhammad Ali dan Dijadikan Sekolah

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah legenda tinju dunia, Muhammad Ali. [DAILY SABAH]

    Rumah legenda tinju dunia, Muhammad Ali. [DAILY SABAH]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah yayasan pendidikan Turki membeli rumah milik petinju Muslim legendaris, Muhammad Ali di Michigan, AS untuk diubah menjadi sekolah musim panas bagi anak muda Muslim.

    Menurut Behram Turan, pemimpin yayasan pendidikan Turki, Türken Foundation, rumah Ali dibeli setelah ada pengumuman rumah dijual.


    Baca: Kisah Muhammad Ali dan Upaya Melawan Parkinson

    Rumah yang ditempati Ali selama 2 dekade itu berada di di tepi Sungai Joseph di Berrien Spring, Michigan. Luas rumah itu 328 decare atau 380 ribu meter persegi.

    "Kami secepatnya berpikir untuk membelinya saat kami melihat rumah itu dijual. Ali menghabiskan dua dekade terakhir bersama istrinya di sini," kata Turan seperti dikutip dari Daily Sabah, 22 Januari 2019.

    "Motivasi kami mengambialih rumah ini adalah rumah ini dekat dengan Chicago di mana hidup komunitas Muslim yang besar dan ini tempat kami merawat memori tentang Ali," ujar Turan.


    Baca: Terungkap! Ali Seharusnya Masih Hidup Jika Turuti Saran Dokternya

    Selain itu, menurut Turan, sekolah ini nantinya akan memberi peluang bagi para pelajar untuk terinspirasi dengan filosofi hidup Ali dan bekerja untuk sukses," ujarnya.

    Ali membeli rumah tersebut pada pertengahan tahun 1970an seharga US$ 400 ribu dan dipakai Ali untuk menyendiri setelah pindah ke Los Angeles dan Arizona.

    Rumah dengan empat kamar tidur dilengkapi dengan 7 bangunan tambahan termasuk untuk olah raga yang dilengakpi ring tinju, lapangan bola basket dan kolam renang. Media AS memperkirakan harga rumah tersebut saat ini mencapai US$ 2,5 juta.


    Baca: Muhammad Ali Diabadikan Menjadi Nama Jalan di New York

    Türken Foundation didirikan tahun 2014 di AS oleh dua yayasan pendidikan terkemuka Turki, Ensar dan Türgev yang menyediakan para pelajar perumahan, beasiswa, dan program budaya lain untuk meningkatkan pengalaman pendidikan mereka di AS.

    Sosok Muhammad Ali dikenal sebagai Cassius Clay sebelum masuk Islam pada awal tahun 1960an. Ia bergabung dengan kelompok Nation of Islam yang memadukan Islam dengan aktivisme politik Afrika-Amerika dan kemudian berpaling menjadi pengikuti Sunni Islam tahun 1975 dan meninggal pada 2016. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.