Kamis, 15 November 2018

Permintaan Daging Anjing di Kamboja Naik

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria menaruh daging anjing ke sebuah mobil bak terbuka yang telah dibeli di pasar saat Festival Daging Anjing di Yulin, Guangxi Zhuang, Cina, 21 Juni 2018. Festival Daging Anjing Yulin, adalah sebuah perayaan tahunan yang diadakan saat titik balik musim panas pada bulan Juni. REUTERS/Tyrone Siu

    Seorang pria menaruh daging anjing ke sebuah mobil bak terbuka yang telah dibeli di pasar saat Festival Daging Anjing di Yulin, Guangxi Zhuang, Cina, 21 Juni 2018. Festival Daging Anjing Yulin, adalah sebuah perayaan tahunan yang diadakan saat titik balik musim panas pada bulan Juni. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang tukang daging berdiri di hadapan sebuah meja dengan tangan penuh bercak darah. Dia memotong-memotong daging dengan goloknya. Tulang-tulang berserakan di lantai bersama potongan-potongan bulu anjing

    Itu bukan tempat yang menyenangkan, tapi daging-daging ini akan disajikan dengan cantik di atas meja makan restoran kepada para pelanggan yang lapar ingin memakan daging anjing.   

    Baca: Heboh Daging Anjing di Ibu Kota: Laris Manis, Pembelinya... 

    Para pekerja di restoran itu akan marah saat ada wartawan yang berusaha berbicara dengan mereka atau mendokumentasikan kegiatan mereka. Padahal, ketenaran penjualan daging anjing di Kamboja sudah bukan rahasia lagi.

    Stigma dan bisnis jual-beli daging anjing di Kamboja mulai menjadi sorotan sebagai dampak naiknya permintaan. Hampir di penjuru ibu kota Phnom Penh, makin banyak menu daging anjing dijual di pinggir jalan, termasuk di tempat wisata Siem Reap. Di provinsi-provinsi pinggir Kamboja, restoran menjual menu daging anjing ramai dibuka untuk memenuhi keinginan pelanggan akan daging anjing.

    Baca: Jakarta Kota Terbesar Konsumsi Daging Anjing di Indonesia

    Anjing yang siap dijagal untuk dipasarkan dagingnya di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, Desember 2017. Foto: Dog Meat Free Indonesia

    Dikutip dari situs Channelnewsasia.com pada Minggu, 9 September 2018, tidak ada data resmi mengenai perkembangan bisnis daging anjing, tapi yang pasti permintaan dan jumlah restoran menjual daging anjing makin meningkat. 

    “Daging anjing ini seperti obat. Rasanya panas tapi membuat badan menjadi enak, dan rasanya lebih lezat ketimbang daging babi,” kata salah seorang penyuka daging anjing. 

    Menurut Humane Society International (HSI), Kamboja hanyalah pemain kecil di industri jual-beli daging anjing di kawasan Asia. Diperkirakan sekitar 30 juta anjing per tahun di sepanjang Asia, termasuk Cina dan Korea Selatan, disembelih.                  

    Untungnya, kampanye telah terbukti efektif mengurangi pemanfaatan daging anjing di beberapa negara, khususnya di Indonesia. Namun sedikit perkembangannya di Kamboja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.