Selasa, 25 September 2018

Supermarket Australia Menghentikan Penggunaan Kantong Plastik

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sampah plastik (pixabay.com)

    ilustrasi sampah plastik (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsumen supermarket di Australia kecewa setelah jaringan pusat perbelanjaan tersebut menghentikan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

    Kantor berita Reuters mengutip berita dari koran West Australian menyebutkan, seorang pria mencekik pegawai supermarket setempat lantaran kecewa dengan kebijakan pusat belanja serba ada tersebut.

    "Untuk mengurangi kekecewaan pelanggan, pihak supermarket kini menambah staf membantu pelanggangnya yang belum terbiasa dengan perubahan baru tersebut."

    Baca: Unilever Desak Australia Tingkatkan Aksi Perangi Limbah Plastik

    Relawan membersihkan sampah dan botol plastik di Australia. [ABC]

    Penghentian penggunaan kantong plastik sekali pakai dilakukan sebagai usaha nasional untuk mengurangi sampah plastik. Pada 1 Juli 2018, perusahaan ritel besar di empat dari enam negara bagian Australia akan didenda jika mereka menyediakan plastik sekali pakai.

    Salah satu jaringan supermarket itu, tulis Reuters, adalah Coles. Anak perusahaan Wesfarmers itu pada Ahad, 1 Juli 2018, meniadakan kantong plastik sekali pakai dari tokonya menyusul saingannya, Woolworths, melakukan hal serupa lebih dulu pada 20 Juni 2018.

    Keluhan dari konsumen akhirnya membuat Woolworths mengganjar 15 sen dollar Australia atau setara dengan Rp 1.587 untuk setiap kantong plastik yang bisa didaur ulang. Namun, perusahaan ritel tersebut kini menawarkannya gratis sampai 8 Juli 2018.Sampah plastik di tepi pantai Australia. [ABC]

    "Mereka (para konsumen) hanya butuh sedikit bantuan dari kami untuk melewati masa transisi ini," ujar Claire Peters, direktur pengelola Woolworths dalam pernyataan kepada Reuters.

    Setelah melihat apa yang terjadi pada pesaingnya, Coles mengatakan akan membuka setiap jalur kasir pada hari Minggu untuk mengurangi antrian panjang ketika staf menjelaskan perubahan ke para pelanggan. "Kami akan mengambil langkah proaktif," ujar juru bicara Coles.

    Sementara itu, menurut program lingkungan PBB, lebih dari delapan juta ton plastik berakhir di lautan per tahunnya. PBB ingin meniadakan penggunaan plastik sekali pakai pada 2022 dan mengatakan lebih dari 60 negara sudah melaksanakan pelarangan atau pengurangan konsumsi plastik.

    Baca: Kota Australia Ini Perkenalkan Tempat Sampah Transparan

    Australia menjadi salah satu negara tersebut. Sebagaiman diberitakan Associated Press, Menteri Lingkungan Australia, Josh Frydenberg pada Selasa 5 Juni 2018 sebelumnya, mengatakan senang supermarket besar Australia mengambil tindakan tegas atas pengunaan kantong plastik sekali pakai.

    Pernyataannya terkait janji perusahaan ritel Coles dan Woolworths yang meniadakan penggunaan kantong plastik sekali pakai pada Juni lalu yang kini sudah ditepati. Pemerintah Australia juga berusaha mengurangi limbah, Frydenberg menargetkan pada 2025 atau lebih awal, semua kemasan produk di Australia akan dapat didaur ulang, dapat dibuat kompos atau dapat digunakan kembali.

    AP | REUTERS | ERVIRDI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.