Israel Bunuh Anak Palestina Setiap Tiga Hari Selama 18 Tahun

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak Palestina yang dibunuh tentara Israel. [Electorinic Intifada]

    Anak Palestina yang dibunuh tentara Israel. [Electorinic Intifada]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan pendudukan Israel membunuh sekitar 2.000 anak Palestina sejak Intifada Kedua pecah pada September 2000. "Itu artinya, tentara Israel membunuh seorang anak Palestina setiap tiga hari sekali selama 18 tahun," tulis kantor berita Anadolu.

    Ayed Qteesh, Direktur Cabang Palestina, mengatakan kepada Anadolu, Israel juga menahan dan memenjarakan sekitar 700 anak Palestina setiap tahun. "Dia menuduh pasukan pendudukan Israel menempatkan anak-anak ke dalam kerangkeng besi sebelum mereka dibawah ke pengadilan," tulis Middle East Monitor.

    Baca: Israel Bunuh 11 Anak Palestina Sejak Januari 2017  

    Seorang pasien anak Palestina menangis saat digendong ibunya di Rumah Sakit Durra, Gaza, 6 Februari 2018. Rumah Sakit Dora setidaknya merawat sekitar 180 pasien per harinya. REUTERS/Mohammed Salem

    Menurut laporan kelompok hak asasi manusia, otoritas pendudukan Israel telah menahan lebih dari 14 ribu anak Palestina sejak dimulainya Itifada Kedua, 350 di antaranya ditahan dalam penjara.

    Israel mendapatkan keceman dunia internasional setelah serdadu mereka menahan Ahed Tamimi ketika gadis berusia 16 tahun melakukan perlawanan terhadap tentara pendudukan. "Dia ditahan Israel setelah menampar tentara dan didakwa melakukan 12 pelanggaran, tulis Al Jazeera.Anak-anak belajar di antara puing-puing bangunan sekolah mereka di desa Abu Nuwar, Tepi Barat, Palestina, 4 Februari 2018. Bangunan sekolah mereka yang didirikan di sebuah komunitas Badawi itu dihancurkan oleh tentara Israel. setelah tentara Israel menghancurkan sebuah sekolah kelas dua di sebuah komunitas Badui di Tepi Barat, Minggu, 4 Februari 2018. AP Photo/Mahmoud Illean

    Menurut laporan Electronic Intifada, Januari 2018, serdadu Israel membunuh setidaknya 14 remaja laki-laki dan perempuan Palestina berusia di bawah 18 tahun selama 2017. "Mereka ditembak mati pasukan pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza selama 2017," Electronic Intifada melaporkan.

    Baca: Kekerasan Pasukan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

    Adapun tahun paling menderita bagi anak-anak Palestina terjadi pada 2016. Ketika itu, Israel menembak mati 21 anak Palestina. "Itu adalah tahun paling mematikan bagi anak-anak Palestina di daerah pendudukan Tepi Barat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.