Olimpiade Jepang, Bakal Ada Kondom Tertipis di Dunia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi remaja pacaran. childtrends.org

    Ilustrasi remaja pacaran. childtrends.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen kondom di Jepang bersiap menghadapi pesta olahraga internasional, Olimpiade 2020. Mereka melihat Olimpiade sebagai  sebuah kesempatan emas untuk memamerkan produk mereka, di antaranya kondom paling tipis di dunia.

    Baca: Fungsi Kondom, Cegah Kehamilan sampai Mengamankan Oral Seks

    Ilustrasi pasangan/berpacaran. AP/Rebecca Blackwell 

    Baca: Fatal Bila Salah Menyimpan Kondom, Bocor!

    Selama bertahun-tahun ratusan ribu kondom telah didistribusikan secara gratis dalam ajang Olimpiade. Langkah ini adalah upaya untuk mendorong seks aman di kalangan para atlit-atlit kelas dunia. Tradisi Olimpiade ini, juga untuk mencegah potensi persaingan tidak sehat antar produsen kondom. 

    Di Jepang, para pembuat kondom saat ini berharap Olimpiade 2020 akan menjadi kesempatan bagus bagi mereka untuk memperkenalkan pada para pengguna produk kondom inovasi mereka. Yakni kondom super tipis, yang hanya 0.01 mm. 

    “Hanya perusahaan-perusahaan di Jepang yang memproduksi kondom setipis ini, yaitu 0.01 mm sampai 0.02 mm. Kami menilai Olimpiade 2020 sebagai kesempatan emas untuk menyebarkan teknologi tingkat tinggi Jepang ini,” kata Hiroshi Yamashita, Senior manajer dan juru bicara dari Sagami Rubber Industries, sebuah perusahaan kondom papan atas di Jepang.

    Seperti dikutip dari situs www.channelnewsasia.com pada Rabu, 21 Maret 2018, kondom super tipis buatan Jepang ini bahan yang digunakan cocok bagi mereka yang alergi terhadap bahan latex karena dibuat dari poliuretan. Kondom-kondom pada umumnya menggunakan bahan latex.   

    Kondom telah lama menjadi metode kontrasepsi paling populer di Jepang. Pil KB bahkan tidak tersedia di pasar lokal sampai tahun 1999.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?