Guru Madrasah Pendukung ISIS Rekrut 110 Anak untuk Serang London

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umar Haque, milisi ISIS yang berencana membentuk tentara anak untuk melakukan teror di Inggris

    Umar Haque, milisi ISIS yang berencana membentuk tentara anak untuk melakukan teror di Inggris

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru madrasah di Inggris pendukung ISIS dilaporkan merekrut anak-anak untuk dilatih menjadi tentara anak yang akan melakukan serangan teror di London.

    Umar Haque, berusia 25 tahun, telah merekrut sekitar 100 anak untuk menjadi milisi dengan melatih mereka di sekolah Islam swasta, Lantern of Knowledge dan di madrasah di kompleks Masjid Ripple Road di timur London. Namun menurut Daily Mail, ada sekitar 110 anak-anak, laki-laki dan perempuan, yang dilatih aksi radikalisme.

    Baca: Serangan ke Jemaah Masjid London, Saksi Mata: Mengerikan

    Di satu sesi pelatihan, seperti dikatakan Kepala Polisi Metropolitan Komando Kontraterorisme, Dean Haydon, Umar menayangkan video pemenggalan tubuh korban teror kepada anak-anak dan aksi kekerasan milisi lainnya.

    Anak-anak kemudian dilatih untuk melakukan serangan teror di London termasuk menyerang polisi Inggris.

    Umar juga melatih anak-anak olah tubuh termasuk latihan tempur dan latihan membangun kekuatan fisik mereka.

    "Dia berencana membentuk tentara anak-anak untuk membantu melakukan berbagai serangan di London. Dia berusaha dan dia melakukannya, kami yakin anak-anak yang rentan diradikalisasi berusia antara 11 hingga 14 tahun," kata Haydon, seperti dikutip dari Reuters, 2 Maret 2018.

    Sejumlah anak-anak Muslim membawa poster saat menggelar aksi solidaritas menandai sepekan tragedi Teror London, di Jembatan Westminster, Inggris, 29 Maret 2017. Komunitas Muslim dan masjid di Inggris mengecam serangan teroris di London. REUTERS/Stefan Wermuth

    Baca: Terungkap, Begini Skenario Serangan Jembatan London

    Umar pun memberitahu anak-anak target serangan mereka seperti menara Bing Ben, pasukan penjaga keamanan Ratu Elizabeth II, pusat perbelanjaan yang besar, bank, dan tempat terminal atau stasiun transportasi umum.

    Haydon mengatakan anak-anak telah dilumpuhkan oleh rasa takut untuk tidak menceritakan apa yang mereka alami dalam pelatihan kepada orang tua dan guru-guru mereka.

    Umar merupakan pendukung ISIS yang rencananya itu terinspirasi dri serangan teroris di jembatan Wesminster, London pada Maret tahun lalu.

    teror, Khalid Masood menyewa mobil untuk aksi sadisnya itu yang menewaskan 4 orang dan melukai hingga tewas satu polisi di lantai dasar gedung parlemen.

    Baca: 3 Pelaku Serangan Jembatan London, Siapa Mereka?

    Tindakan Umar yang merekrut anak-anak untuk jadi tentara anak melakukan teror di Inggris diganjal hukuman oleh Pengadilan Old Bailey, Inggris kemarin, 2 Maret 2018.

    Umar diadili secara terpisah dengan dua rekannya, Abutaher Mamun dan Muhammad Abdi masing-masing berperan sebagai pencari dana dan perancang serangan dan membantu mewujudkan rencana itu. Putusan pengadilan atas Mamun dan Abdi dibacakan tanggal berikutnya.

    Menanggapi putusan pengadilan, Umar yang terinspirasi ISIS dari Internet, berteriak: Jika saya boleh mengatakan, warga Amerika dan Eropa, akan datang kemarau dan anda akan melihat negara Islam berdiri di Semenanjung Arab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.