KPK Thailand: Jenderal Prawit agar Buktikan Soal Jam Tangan Rolex

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha dan Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Thailand, Prawit Wongsuwon. REUTERS

    Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha dan Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Thailand, Prawit Wongsuwon. REUTERS

    TEMPO.CO, Bangkok -- Jenderal junta militer nomor dua Thailand, Prawit Wongsuwan, bisa membersihkan dirinya dari kecurigaan publik jika mampu membuktikan koleksi jam tangan mewah bernilai miliaran rupiah, yang sering dipakainya, bukan miliknya.

    Prawit, yang menjabat sebagai wakil ketua di lembaga junta militer Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban dan juga Deputi Perdana Menteri Thailand, terekam sering menggunakan berbagai jam tangan mewah. Total ada sekitar 25 jam tangan mewah berbagai merek dengan nilai dikabarkan mencapai Rp16,6 miliar atau sekitar 39,5 juta baht.

    Jam Richard Mille RM 011 Felipe Massa Flyback Chronograph "Black Kite " edisi terbatas seharga Rp 1,1 miliar. Situs berita Singarpura mothership.sg, menulis arloji mewah ini dikenakan Moeldoko dalam foto yang dirilis Straits Times pada 25 Maret 2014. Freshnessmag.com

    Baca: Dua Jenderal Thailand Terseret Skandal Jam Tangan Mewah Rolex

     

    Perdana Menteri Thailand, Jenderal Prayut Chan-o-cha, berkukuh membela wakilnya itu. Prayut mengatakan itu adalah masalah pribadi Prawit dan dia tidak memintanya untuk mengundurkan diri.

    Baca: Tiga Bulan di Bandara, Keluarga Zimbabwe Tinggalkan Thailand

     

    Rolex Yacht Master II

    Prayut dan Prawit adalah jenderal Thailand yang terlibat merancang dan melakukan kudeta atas Perdana Menteri Yingluck Shinawatra pada 2014.

    Media Bangkok Post melansir jam tangan itu bermerek Rolex sebanyak 11 buah, Patek Phillipe 8 buah, dan Richard Mille 3 buah.

    Sekretaris Jenderal Komisi Antikorupsi Nasional Thailand, Worawit Sukboon, mengatakan baru akan menggelar investigasi resmi soal dugaan suap atas Prawit. Saat ini, Komisi sedang menanyai orang-orang yang disebut Prawit sebagai pemilik jam-jam tangan yang kerap dikenakannya itu.

    "Jika jam tangan itu milik orang lain dan bukan miliknya, dia tidak harus mendeklarasikannya sesuai undang-undang yang berlaku," kata Worawit seperti dilansir media Straits Times, Rabu, 24 Januari 2018.

    "Tapi jika jam tangan itu memang miliknya, kita harus mencari tahu kapan dia membelinya, apakah itu sebelum dia menjabat posisinya sekarang (deputi Perdana Menteri) atau sesudahnya?"

    Jenderal Prawit, sebelumnya, telah mengatakan siap mengundurkan diri jika NACC menyatakan ada dasar untuk mengusut kasus penyelewengan uang negara terhadap dirinya.

    Skandal jam tangan mewah Prawit, yang juga menjabat sebagai menteri Pertahanan, ini mencuat setelah sebuah laman Facebook bernama CSI LA mempublikasikan sekitar 25 jam tangan mewah, yang satu unitnya bisa bernilai miliaran rupiah, dikenakan secara bergantian oleh Prawit dalam berbagai kesempatan.

    Tindakan Prawit ini menimbulkan tanda tanya publik bagaimana seorang pejabat publik dengan gaji standar bisa memiliki begitu banyak jam tangan mewah di luar harta resmi yang dideklarasi yaitu sekitar Rp36 miliar atau sekitar US$2.7 juta. Sedangkan Prayut mendeklarasikan jumlah hartanya sekitar US$4 juta atau sekitar Rp53,2 miliar dalam bentuk tabungan, deposito, properti dan investasi.

    Sebagian publik meminta Prawit untuk mengundurkan diri karena kehebohan ini.

    Pengelola laman Facebook CSI LA, yang meminta dipanggil sebagai David, mengatakan akan terus mencermati perilaku Prawit, jenderal lain dan tokoh politik lainnya.

    "Saya tidak akan berhenti pada isu ini -- Saya akan lanjutkan terus. Saya tidak ingin seperti media yang menampilkan berita skandal lalu lenyap beritanya." kata David. "Saya menyebut ini kultur Thailand yang Memukau! Di negara lain, pemimpin akan mengundurkan diri karena ini."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.