Menteri Pendidikan Tinggi India Ingin Hapus Teori Evolusi Darwin

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar penemu teori evolusi, Charles Darwin, dipasang di Taman Botani Sydney Royal, untuk memperingati 200 tahun kelahirannya (12/2). Foto: AFP/ Greg Wood

    Gambar penemu teori evolusi, Charles Darwin, dipasang di Taman Botani Sydney Royal, untuk memperingati 200 tahun kelahirannya (12/2). Foto: AFP/ Greg Wood

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri pendidikan tinggi India dikecam oleh para ilmuwan setelah meminta teori evolusi dihapus dari kurikulum sekolah. Menteri bernama Satyapal Singh itu beralasan selama ini tidak ada seorang pun pernah melihat seekor kera berubah menjadi manusia.

    Baca: Sepertiga Warga AS Tak Percaya Teori Evolusi

    Satyapal Singh bahkan menyatakan kementeriannya siap menjadi tuan rumah  konferensi internasional di mana para ilmuwan dapat berkumpul untuk memperdebatkan teori Charles Darwin tersebut.

    "Saya memiliki daftar sekitar 10 sampai 15 ilmuwan hebat di dunia yang mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa teori evolusi itu benar," kata Singh, seperti yang dilansir Guardian pada 23 Januari 2018.

    Pernyataan itu diberikan saat menyampaikan ceramah di satu universitas di negara bagian Assam pekan lalu sembari mengutip pernyataan Albert Einstein yang menyatakan Teori Evolusi Darwin itu tidak ilmiah.

    Baca: Teori Evolusi Darwin Benar: Cangcorang Berubah Jadi Kecoak

    Singh, yang meraih gelar sarjana kimia dari Universitas Delhi, menegaskan, dia berbicara sebagai "ilmuwan sains".

    "Teori Darwin salah secara ilmiah.Perlu diubah dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi," ujarnya. 

    "Tak seorang pun, termasuk nenek moyang kita secara tertulis atau lisan mengatakan  mereka pernah melihat seekor kera berubah menjadi manusia."

    Baca: Peta Jernih Perjalanan Evolusi  

    Lebih dari 2.000 ilmuwan India telah menandatangani sebuah petisi untuk menanggapi seruan Singh yang dianggap konyol, menyesatkan dan tidak berdasar itu.

    Charles Darwin menerbitkan teorinya tentang evolusi hampir 160 tahun yang lalu dengan alasan bahwa semua spesies, termasuk manusia, berkembang dari waktu ke waktu melalui proses seleksi alam. Dia berpendapat bahwa manusia dan kera memiliki nenek moyang yang sama yang hidup lebih dari 7 miliar tahun yang lalu, sebuah gagasan yang sering disalahpahami bahwa kera modern berubah menjadi manusia. Dan, Menteri Pendidikan Tinggi India ini sepertinya salah memahami teori evolusi Darwin. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.