Di Hari Terakhirnya, Obama Sisakan 41 Tahanan di Guantanamo  

Reporter

Jumat, 20 Januari 2017 09:25 WIB

Pagar kawat berduri yang terlihat di penjara Joint Task Force Guantanamo Camp VI di Pangkalan Udara Guantanamo Bay, Kuba, 22 Maret 2016. REUTERS/Lucas Jackson

TEMPO.CO, Washington - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau dikenal dengan Pentagon, mengumumkan memindahkan empat tahanan dari penjara militer Teluk Guantanamo di Kuba pada Kamis waktu setempat.

Seperti dilaporkan CNN, Jumat, 20 Januari 2017, satu tahanan dipindah ke Arab Saudi, sementara tiga orang lainnya dipindah ke Uni Emirat Arab.

Pemindahan ini merupakan upaya Presiden Barack Obama untuk menepati janjinya menutup penjara yang dibuka selama masa perang anti-teror Amerika Serikat.

Sayangnya, Obama gagal menepati janji semasa kampanye periode kedua. Alih-alih ditutup, Obama masih menyisakan 41 tahanan di Guantanamo yang nasibnya akan ditentukan oleh presiden selanjutnya, Donald Trump.

Saat menjabat sebagai presiden untuk periode kedua pada 2009, ada 242 tahanan di Guantanamo. Obama yang berusaha menepati janjinya, menerbitkan keputusan khusus yang kemudian ditentang habis-habisan oleh parlemen.

“Kami memang sulit untuk berhasil, tetapi bukannya tanpa usaha,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest kepada waratwan, Selasa lalu.

Earnest menyalahkan baik Republik dan Demokrat di Kongres atas kegagalan ini. “Karena tentangan yang dibangun Kongres, organisasi teroris justru memiliki sarana perekrutan dan membuang jutaan dollar uang pembayar pajak.”

Meski telah menjalani pengawasan ketat, pembebasan keempat tahanan ini akan diprediksi akan menuai kecaman dari Trump seperti sebelumnya. Trump yang ingin tetap membuka Gitmo, begitu penjara itu kerap disebut, menyerang kebijakan Obama yang terus memindahkan para tahanan ke negara-negara sekutu.

Penjara ini mencapai puncak populasinya pada Juni 2003. Saat itu Amerika Serikat berhasil menahan 684 terduga teror yang disebut terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan Al Qaeda dan serangan 11 September 2001.


Salah satu tahanan di Guantanamo adalah warga Indonesia yang diduga menjadi dalang pengeboman di Bali, Hambali. Baik Amerika Serikat maupun Indonesia sepakat Hambali tidak akan dikembalikan ke Indonesia.

Fasilitas tahanan anti-teror ini menuai kontroversi dunia menyusul laporan kekejaman yang dilakukan para sipir dan penyelidik CIA terhadap para tahanan. Salah satu tindakan yang kini telah dilarang adalah menenggelamkan kepala terduga ke dalam air saat intergogasi, atau disebut juga “Waterboarding.”

CNN | FOX NEWS | SITA PLANASARI AQUADINI


Baca:
AS Tolak Pembebasan Hambali Dalang Bom Bali

Berita terkait

Top 3 Dunia: NATO Soal Grup Wagner hingga AS Didesak Minta Maaf

28 Juni 2023

Top 3 Dunia: NATO Soal Grup Wagner hingga AS Didesak Minta Maaf

Top 3 dunia adalah NATO angkat suara soal kudeta Grup Wagner di Rusia, Pakistan protes pernyataan BIden-Modi hingga AS didesak minta maaf.

Baca Selengkapnya

Pakar PBB Desak AS Minta Maaf kepada Tahanan Guantanamo

27 Juni 2023

Pakar PBB Desak AS Minta Maaf kepada Tahanan Guantanamo

Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai perlakuan pemerintah AS terhadap narapidana Teluk Guantanamo kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia.

Baca Selengkapnya

21 Tahun Penjara Guantanamo, 35 Pria Muslim Masih Ditahan Tanpa Dakwaan

12 Januari 2023

21 Tahun Penjara Guantanamo, 35 Pria Muslim Masih Ditahan Tanpa Dakwaan

Menurut Amnesty International, 20 dari 35 tahanan yang tersisa di Guantanamo telah dibebaskan, tetapi tetap dikurung.

Baca Selengkapnya

Narapidana Tertua Guantanamo Saifullah Paracha Dibebaskan Setelah 19 Tahun

29 Oktober 2022

Narapidana Tertua Guantanamo Saifullah Paracha Dibebaskan Setelah 19 Tahun

Saifullah Paracha, yang ditahan di Guantanamo sejak 2003 dan dituduh mendanai al-Qaeda, tidak pernah didakwa seperti kebanyakan tahanan di sana.

Baca Selengkapnya

Tersangka Serangan 9/11 Dipulangkan dari Guantanamo, Nasib Hambali Belum Jelas

8 Maret 2022

Tersangka Serangan 9/11 Dipulangkan dari Guantanamo, Nasib Hambali Belum Jelas

Tersangka pembajak ke-20 dalam serangan 11 September 2001 atau Teror 9/11 dipulangkan ke Arab Saudi setelah ditahan selama 20 tahun di Guantanamo

Baca Selengkapnya

Tandai Dua Dekade Penjara Guantanamo, Amerika Serikat Bebaskan Lima Tahanan

13 Januari 2022

Tandai Dua Dekade Penjara Guantanamo, Amerika Serikat Bebaskan Lima Tahanan

Keputusan ini diambil saat penjara Guantanamo menandai 20 tahun sejak dibuka di bawah Presiden Amerika Serikat George W. Bush

Baca Selengkapnya

Nasib Hambali di Guantanamo Belum Jelas, Permintaan Sidang di Luar Puasa Ditolak

21 Desember 2021

Nasib Hambali di Guantanamo Belum Jelas, Permintaan Sidang di Luar Puasa Ditolak

Nasib peradilan terdakwa kasus Bom Bali dan Bom JW Marriott, Encep Nurjaman atau Hambali, di Guantanamo, masih belum jelas.

Baca Selengkapnya

Teroris Bom Bali Hambali Mulai Jalani Persidangan, Ini Kata Keluarga di Cianjur

1 September 2021

Teroris Bom Bali Hambali Mulai Jalani Persidangan, Ini Kata Keluarga di Cianjur

Hambali, 58 tahun, mulai menjalani persidangan di Amerika.

Baca Selengkapnya

Teroris Bom Bali Hambali Jalani Sidang di Amerika, Ini Hal Yang Perlu Diketahui

31 Agustus 2021

Teroris Bom Bali Hambali Jalani Sidang di Amerika, Ini Hal Yang Perlu Diketahui

Teroris dan tersangka teror bom di Bali serta Jakarta, Encep Nurjaman alias Hambali, menjalani persidangan di Amerika pada Senin kemarin, 30 Agustus

Baca Selengkapnya

Taliban Tunjuk Bekas Tahanan Guantanamo Jadi Menteri Pertahanan Afghanistan

26 Agustus 2021

Taliban Tunjuk Bekas Tahanan Guantanamo Jadi Menteri Pertahanan Afghanistan

Taliban menunjuk Mullah Abdul Qayyum Zakir sebagai menteri pertahanan sementara Afghanistan.

Baca Selengkapnya